Book, Love, Life and Friendship

Sabtu, 11 Juli 2015

Story – Kecanduan Drama ‘hidung mancung’

Kecanduan drama hidung mancung, hmmm. Ini bukan gue banget. Kalau gue yang kecanduan drama, sepertinya hal biasa ya kan? Apalagi masih banyak manusia kulit pucat yang menarik perhatian. Bilang aja Na, kecanduan drama korea. Tapi sekali lagi, ini biasa kan ya?

Tapi ini beda cerita. Karena yang kecanduan drama adalah orang rumah. Setelah era drama korea sedikit meredup, sekarang tv dibanjiri drama india dan turki. Nah, mereka itu hidung mancung yang gue maksud. Kalau udah jam 1 siang, maka tv akan dikuasai orang rumah. Dan mereka akan rame-rame nonton drama itu dengan durasi nggak tanggung-tanggung, 2,5 jam broo …. Jumlah episodenya? Ratusan #iklan. Ini mengingatkan gue pada era drama asal negara latin bertahun silam.

Yup, drama yang muncul di salah satu stasiun tv itu berdurasi panjang dan berjumlah panjang. Sangat cocok dengan masyarakat negeri ini yang selalu penasaran dan kepo dengan kehidupan orang dalam drama. Ok, nggak masalah kalau yang nonton Cuma ibuk. Udah nggak heran, namanya juga ibuk-ibuk. Waktu dulu pada kecanduan nonton Jewel in the Palace a.k Jang Geum, gue masih bisa toleran. Lah ini yang ngikut nonton juga errrr … bapak. Hadoh.

Jam tayang yang panjang dan jumlah episode ratusan, pasti mengingatkan pada era telenovela. Sekarang masih ada nggak sih, tv yang nayangin telenovela? Sepertinya jumlah ribuan pada sinetron negeri ini juga karena pengaruh serial televisi negara latin itu juga ya. Kalau sinetron jumlahnya sedikit mungkin aneh kali ya. Masih inget, jaman dulu sinetron itu tayang seminggu sekali. Jadi, meski hitungan waktunya bisa tahunan, jumlah episodenya sebenernya nggak banyak-banyak banget. Beda sama jaman sekarang, yang tayang tiap hari. Kadang gue suka mikir aja, apa nggak capek ya tu artis, syuting tiap hari. Hadoh. Nggak ngerti deh beginian.

Ok, kembali pada drama ‘hidung mancung’. Kadang kalau orang rumah pada nonton, gue suka ngumpet di kamar. Samar-samar, gue juga denger sih. Dan seperti dugaan, nggak ngikutin satu dua episode, nggak akan ketinggalan. Amaaaaan

Gue bukan benci sinetron. Cuma … kadang kalau episodenya kebanyakan, gue suka bosen juga. Biasanya gue ikutan nonton sinetron Cuma 2-3 episode awal doank. Selebihnya … udah keburu bosan. Jadi, jangan paksa gue nonton serial dengan jumlah episode ratusan ya. cukup 10-16 aja, itu udah banyak. 20 episode aja udah errrr … ini kapan selesai? Hahaha … atau gue lebih cocok nonton pelem aja kali ya, yang sekali langsung selesai.

Gue nggak menyalahkan orang rumah yang kecanduan drama ‘hidung mancung’ seperti orang pada umumnya. Cuma … itu kan jam tidur siang kaleee. Hadeuuuh. Dan lagi, ini babeh ikutan nonton juga, duh. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah gue?

Gue Cuma mikir aja, en penasaran abis. Itu penulis naskahnya gimana ya? Satu naskah untuk pelem durasi 70-80 menit aja, sekitar 100-an halaman lebih. Nah kalau drama tayang sekitar 50-60 menit itu udah berapa halaman ya? Tiap hari pula? Errrrr belum lagi jumlah episode-nya ratusan, nggak tanggung-tanggung. Berapa halaman ya naskah totalnya? Berapa banyak buku yang udah dihasilkan dari sebuah serial dengan panjang ratusan? Bahkan ribuan episode, kalau di negeri ini. Atau jangan-jangan, tiap episode itu dibuat oleh satu penulis. Jadi, dalam satu serial, ada tim penulis yang jumlahnya banyak. Hmmmm …. Berapa kecepatan nulisnya ya, kalau buat satu episode aja, jumlah halaman naskah bisa puluhan sampai ratusan lembar gitu? Gue puyeng mikirnya. Errrr

(kata temen gue, jangan bilang errrr. Itu kayak orang menggeram, syerem. Tapi errrr … gue suka, gimana donk?)

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.