Book, Love, Life and Friendship

Jumat, 04 September 2015

Cerita Kampus Fiksi 13 – Jangan Menilai Buku dari Sampulnya (part 2-end)

Cerita hari pertama ditutup dengan tidur nyenyak. Capek euy!

Hari pertama diisi materi. Hoaaaam, sejujurnya gue ngantuk. Ini serius! Rupanya sisa lelah perjalanan kemarin masih belum mau minggir. Gue nggak akan cerita detail soal perjalanan dan setiap sesi sih. Gue Cuma akan cerita beberapa hal yang menurut gue menarik.

wajah2 serius #nulis3Jam

Pertama, hal yang paling bikin frustasi adalah menulis 3 jam. Sepertinya rumor tentang sesi terberat selama #KampusFiksi ternyata terbukti benar. Sesi menulis itu jadi sesi terberat buat gue. Selain karena waktu menulis yang pendek, gue dan para peserta lain juga dituntut untuk mengelola waktu dari observasi, mencari ide, menulis hingga self-editing. Sebenarnya semua proses itu bisa dinikmati sih, Cuma yang jadi masalah adalah kondisi tubuh gue yang lagi nggak fit. Rupanya pusing sisa perjalanan hari sebelumnya masih nempel dengan manis di kepala gue. Huaaaaa … alhasil gue sama sekali nggak konsen ngerjain tulisan. Jangankan self-editing sampai tuntas, buat menyelesaikan tulisan aja gue agak maksa. Tapi ya sudahlah, toh sudah lewat. Itu yang membuat gue cukup terhibur.
pak Joni Ariadinata yang benar2 menginspirasi

Hal kedua yang menurut gue keren adalah materi dari Pak Joni Ariadinata. Cerita soal cerpenis senior satu ini emang pernah gue denger sebelumnya di forum lain dan dari mulut yang lain. Tapi, baru kali ini gue bisa mendengar cerita langsung dari orangnya. Gue sempat bergidik ngeri dan nggak habis pikir, waktu orang lain menceritakan tentang pak Joni yang membuat ratusan cerpen dalam waktu satu tahun, sampai akhirnya cerpen pertamanya akhirnya berhasil terbit. Kalau melihat ke laptop sendiri, jumlah cerpen gue masih kalah jauh. Gue juga pernah dengan soal cerpen “Lampor” yang legendaris itu. Cerita di balik cerpen itu ternyata lebih luar biasa dari apa yang pernah gue pikirkan sebelumnya.

Sejujurnya kekaguman gue bertambah dengan sosok satu ini. Bagaimana bisa seorang seperti dia menghasilkan tulisan luar biasa dan begitu kebal dengan penolakan. Sama sekali nggak habis pikir. Tapi di sisi lain, gue cukup frustasi juga mendengar ceritanya. Gue Cuma sebutir pasir dari jutaan orang yang juga punya mimpi yang sama untuk jadi penulis. Lalu, apalah gue ini, belum ada apa-apanya sama sekali. Huaaaaaa …

Ok, lanjut

Cerita ketiga soal sosok yang membuat gue penasaran. Tenang, penasaran yang gue alami masih terkendali kok. Gue deskripsikan ya, dia ini sering bikin gue bête dan kesel—semoga orangnya baca—karena masalah typo dan juga preposisi. Tiap kali ikut tantangan, gue selalu dapat pukulan telak masalah typo dan preposisi. Siapa dia? Bener banget, dia si admin twitter @KampusFiksi. Sebenarnya gue udah penasaran aja sih, siapa sosok di balik akun ini sejak tahun lalu. Sayangnya orangnya nggak muncul di #KFnonFiksi.
nggak cuma namanya yang kena sensor, wajah juga kena sensor ^_^

Imajinasi gue soal si admin satu ini? “Jangan menilai buku dari covernya, juga jangan menilai orang dari tulisannya”, halah. Ini cocok buat cerita gue. Perlu sebut nama nggak sih? Eh orangnya baca ya? Biarin aja deh.

Namanya mas R***, maaf akhirnya disensor juga. Dugaan sama sekali berbeda dari kenyataan. Gue nggak usah cerita ya, bagaimana dugaan gue, dan seperti apa kenyataannya. Udah pada tahu juga. Tapi kata temen gue, Vivi, dulu dan sekarang beda. Katanya, dulu lebih “normal”. Errrrrr … (sory ya Vi, hehe). Melihat sosoknya selama dua hari di #KampusFiksi, sepertinya imajinasi gue nggak ada apa-apanya.

Nggak takut kalau orangnya baca? Biarin!

Sory ya, Min @KampusFiksi. Gue bukan sebel kok sama kamu. Cuma sedikit kecewa lantaran prediksi yang sama sekali ngga presisi. Dan sepertinya gue harus mengasah lagi intuisi untuk bisa memprediksi orang. Serius, Min eh Mas, jangan marah ya.

Oh ya, satu lagi, meski suka kesel karena masih terus dibantai soal typo dan juga preposisi yang salah, gue nggak akan dendam kok. Gue akan tetap berterimakasih karena masih ada yang peduli dan mau ingetin. #sokPenting. Tapi itu juga kalau Min merasa. Kalau nggak juga nggak masalah. Anggap aja angin lalu. #Wussssss

Cukup cerita soal si admin satu ini! 

Lanjut apa lagi ya? hmmm … oh ya, sesi foto-foto. Sepertinya virus narsis telah menular pada seluruh orang di #KampusFiksi13 ya. Bahkan tukang foto yang merangkap admin @KampusFiksi ini (orang yang sama), ngasih julukan angkatan alay. Haduh. Kenapa jadi jelek banget sih julukannya. Tapi biarin aja sih. Masih mending dibilang alay, jadi ada ceritanya. Kan ngga seru kalau datar-datar aja. Dan lagi … dilarang mengganggu kebahagiaan orang lain, lho ya. (kok gue keliatan tambah endut ya di foto? Ini fotografernya siapa sih?! Nggak tahu apa, ini masalah sensitif buat cewek!
kenarsisan yang terlalu sayang untuk dimaklumi

Sesi penutupan udah. Foto-foto juga udah. Oh ya, yang nggak kalah penting, terimakasih selalu untuk pak Edi dan tim yang sudah dengan legawa dan sabar menerima, menghadapi serta menghidupi kami selama di gedung #KF. Maafkan segala ketidaksopanan dan kelancangan kami ini.
Buat alumni, terimakasih udah datang. Maaf nggak sempat kenalan semua dan nggak kesebut semua. Kak Saifullan yang sama sekali beda dari image yang gue bayangin sebelumnya. Maklum, cuma kenal dari tulisannya. Nggak nyangka kalau orangnya segokil ini. Terus ada Devi Eka—alias si Vivi-mutz—yang dulu duduk di sebelah gue waktu #KFnonFiksi, tapi ternyata melupakan wajah gue awalnya, huks. Vi, elo masih punya hutang sama gue, buat ngajarin nulis romantis. Itu akan gue tagih terus. Satu lagi alumni #KFnonFiksi yang juga datang adalah Furqoni Akbar. Gue harus belajar nulis gokil nih dari anak satu ini. Eh, Furqon, udah dapet gebetan baru belum nih? Hihihi … #dilemparSendal

Terimakasih juga buat seluruh panitia #KF yang sudah sangat sabar mengurusi kita semua. (jangan mengurusi orang lain, belum tentu mereka pengen kurus). Bagi peserta, momen #KF yang cuma dua hari jelas jadi pengalaman istimewa pake banget. Tapi, kadang gue penasaran aja dengan apa yang dipikirkan panitia. Sudah jadi rutinitas mereka tiap dua bulan sekali mengadakan #KF. Jadi, pasti sudah banyak cerita yang tercipta, hmmm … Banyak yang biasa tapi pasti ada yang istimewa. Gue sih pengen berpikir positif aja, semoga #KF kali ini termasuk yang istimewa itu. 
foto legendaris. angka 13 yang keramat

Yang utama, terimakasih buat temen-temen #KampusFiksi13 yang rame dan gokil abis. Rasanya dua hari itu masih belum ada apa-apanya ya. Masih pengen dengar lebih banyak cerita soal daerah asal dari temen-temen yang rumahnya jauh. Jadi, pada berencana keliling Indonesia ini? Ah ya, peserta sebelah gue, si Amin Sahri malah lagi jalan-jalan di pulau tetangga ya. #KF kali ini terasa lebih ramai dan heboh. Mungkin karena faktor U juga, atau justru orang-orang berU yang ternyata nggak sesuai dengan U-nya. Termasuk gue, hehehe.

Eits, rumor bilang kalau setiap acara #KampusFiksi biasanya melahirkan couple. Kira-kira ada couple baru yang bakalan memproklamirkan diri nggak ya, paska acara ini? Kalau ada, kabar-kabar ya. Nanti dia harus dijatah ntraktir yang lain, kalau pas mampir di acara #KF lainnya.

Emmm, tulisan gue kacau ya? Iya, sejak awal part 1, gue udah bilang kan ya, abaikan dulu soal typo dan preposisi serta logika cerita. Semoga tulisan ini masih layak baca dan nggak ada yang tersinggung atau merasa terabaikan. Yang jelas, gue senang kok bisa ketemu semua orang di acara #KampusFiksi kali ini. Sampai jumpai di acara #KF lainnya. Btw, reuni mau pada datang nggak nih?

(bentar deh. tanya donk, emang sekarang foto punggung lagi ngetrend ya? #mikirKeras)

Bening Pertiwi. Alumni #KFnonFiksi1 dan #KampusFiksi13. Full-time blogger dan part-time tentor. Penjaga www.elangkelana.net dan kontributor beberapa blog/website lain. Blog pribadinya ada di alamat www.beningpertiwi.blogspot.com. Buat yang pengen kenalan lebih jauh, sila hubungi di twitternya @Bening_Pertiwi atau email bening.ip2389@gmail.com

Iklan : buat yang suka Jejepangan, sila cek dan mampir di blog gue ya, www.elangkelana.net dan twitter @elangkelana_net. Siapa tahu kita samaan dan bisa ngobrol lebih jauh, hehe

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Blog Archive

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.