Book, Love, Life and Friendship

Rabu, 21 Oktober 2015

Flash Fiction - Lukisan Itu Bernama Hujan

Pernah suatu saat, hujan menangis dan mengatakan akan berhenti. Saat itu, awan hanya tersenyum. Karena hujan tentu saja tidak akan bisa mengelak. Selagi awan telah berkumpul, maka hujan tidak akan bisa tidak melakukan tugasnya.

Di waktu yang lain, hujan kembali mengeluh. Kenapa ia yang harus jadi akibat, dari sebab bernawa awan. Dan awan masih tetap mendengarkannya dengan setia, karena dialah yang memilih hujan, bukan sebaliknya. Hujan masih bertahan, tetap bergeming dari menyapa bumi. Dipalingkan wajahnya dari keangkuhan bumi dan penghuninya.

Sampai pada akhirnya, hujan berhenti meminta. Ia menghapus awan dari cerminnya. Hujan kini bebas. Tak ada lagi kebas dan sesak tertahan. Tapi, hujan tidak pernah tahu. Nanti, ia akan merindukannya awannya, yang menguaskan lukisan bernama hujan.



* Diikutsertakan dalam tantangan #NulisBarengAlumni #KampusFiksi dengan tema #Hujan

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.