Book, Love, Life and Friendship

Senin, 02 November 2015

Story – Karena ‘Pandangan Orang’ Tidak Pernah Sederhana

Hidup berdasarkan apa yang orang katakan memang tidak pernah sederhana. Begitulah adanya. Pada saat kita selalu berpikir untuk hidup, seperti apa yang dipikirkan orang lain, maka hidup akan terasa berat. Saat orang lain bilang A, maka akan diikuti. Saat orang lain bilang B, akan dilakukan juga. Saat orang lain bilang jelek, ya dihindari. Padahal belum tentu benar jelek. Atau saat orang lain bilang bagus, langsung diikuti. Padahal belum tentu yang bagus itu benar cocok untuk diri sendiri.

Jangan mengukur baju orang lain. Pepatah bijak bilang begitu.

Seorang kawan lama pernah bilang padaku. Mendengar kata orang lain itu, lakukan tiga hal. Jika itu baik, maka terima dengan lapang dada. Kedua, saring seperlunya saja. Dan ketiga, lupakan, abaikan jauh-jauh. Jadi, nggak semua kata orang harus diikuti. Termasuk soal pilihan hidup.

Di masa orang ‘kepo’ seperti sekarang ini, ‘pandangan orang’ bukan lagi hal tabu. Banyak sindiran, saran pedas dan berbagai nyinyiran beredar dengan mudah. Nggak bisa ya, kalau nggak kepo sehari dan nggak nyinyirin orang sehari aja. Padahal belum tentu yang dinyinyirin sama persis kenyataannya. Hanya orang itu sendiri dan Tuhan yang tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi ya gitu, namanya tukang kepo dan nyinyir. Sehari nggak nyinyir dan kepo, mungkin mulutnya pahit seperti perokok yang kehilangan rokoknya.

Ah sudahlah. Hanya ingin berusaha untuk tidak nyinyir atau menyindir orang lain. Bukan tidak peduli, hanya sedikit meredam kepo dalam diri. Paling nggak, berusaha menghormati apa yang dipikirkan orang lain. Atau paling nggak, positif thinking lah. Mungkin orang lain tengah memikirkan sesuatu. Mungkin dia punya rencana yang lain. Mungkin dia punya proses lain yang tengah dilakukannya, di balik layar. Tanpa harus woro-woro atau ribut diberitakan pada orang lain.

Karena kadang, berita baik itu akan jadi berita baik hanya saat diberitakan pada waktu yang tepat. Kalau terlalu cepat, tidak manfaat. Terlambat juga tidak baik adanya. Selain itu, berita baik juga harus disampaikan dengan bahasa dan cara yang baik serta mudah dipahami. Karena paksaan untuk menerima nggak selalu memberikan efek yang baik.

Kepo atau dikepoin, sama saja nggak enak.

Jaga hati, katanya gitu. 
(GALAU yang menguntungkan itu adalah galau yang menghasilan banyak tulisan)

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.