Book, Love, Life and Friendship

Jumat, 27 November 2015

Story - Untukmu yang Tak Mau Disebut Guru

Mengenalmu selama ini, membuatku tahu kalau ada banyak hal di sekeliling yang selama ini kuabaikan, dan baru kusadari itu penting. Kehidupanku yang tadinya hanya berkutat pada diri sendiri mulai bergeser. Itulah kamu. Seseorang yang membuatku membuka mata lebih lebar lagi.
jazzmuhammad.blogspot.com

Aku memang bukan siapa-siapamu. Tapi aku tahu, perjuanganmu. Sejak awal, kau sudah memulainya dengan perjuangan tak kenal lelah. Sejak awal. Bahkan sejak begitu awal dulu. Jungkir balik kau lakukan demi mencapai keinginanmu. Dan kau bahkan masih saja sempat memikirkan orang lain. Sikap itulah yang kukagumi dari dirimu.

Dan kini, saat jalan sudah semakin terasa menjauh, entah kenapa masih saja ada hal darimu yang membuatku merasa kecil. Kau tidak pernah menyebut dirimu guru. Kau bahkan menolak jika yang kau lakukan selama ini adalah ‘bekerja’. Kau mengingkarinya sejak awal.

Kecintaanmu pada dunia satu itu membuatmu mengatakan kalau yang kau lakukan itu BUKAN BEKERJA tapi MENGAJAR. Ya, kau bilang kau hanya mengajar. Baru setelah kau pulang, kegiatan selanjutnya yang kau sebut dengan ‘bekerja’. Mendatangi rumah satu per satu siswamu, bahkan hingga gelap menjelang dan langit jingga tidak tampak lagi.

Entah apa yang sebenarnya ada dalam pikiranmu. Bahkan kau begitu mencintai dunia satu itu. Kau … yang dalam keluargamu tidak ada salah satunya. Kau, yang tidak dibesarkan dalam lingkungan ‘guru’, tapi justru begitu mencintai dunia satu itu.

Lalu apa aku ini?

Kata orang, saat kau mencintai pekerjaanmu, maka kau akan melakukannya dengan senang hati, seolah tidak sedang bekerja. Melainkan sedang bersenang-senang. Begitu kan? Apakah itu juga yang kau pikirkan saat berdiri di depan wajah-wajah lusuh yang mencoba mencerta setiap kata dan tulis yang kau deret di papan belakang sana?

Dan apa aku ini?

Maaf, kalau lagi-lagi aku menulis tentang kamu. Seseorang yang saat ini begitu jauh dariku. Maaf jika kamu maupun kisahmu selalu abadi dalam setiap catatan orang sepertiku. Maaf jika hanya berucap ‘kamu’ tanpa pernah menyebut sebuah nama yang pantas untukmu.

Untukmu, yang tak mau disebut guru. Terimakasih, Kawan.

4 komentar:

  1. Baca dan dibaca...kesimpulannya mengajar bukan bekerja...

    Mengajar bukan menjadi ukuran materi.

    Jadi memantau tulisan2mu Di blogmu Ben...

    😂

    Semangat menulis

    BalasHapus
    Balasan
    1. hmmmm
      trus ndi tulisanmu? #devilSmile

      Hapus
    2. Tulisanq? Tuh Di atasmu.... Hehe

      Kalo tulis menulis... Aq sdang tdak produktif....

      Cenderung nglakoni tinimbang nulis...

      Hapus
    3. hmmmm
      nggak suka dg kata 'tinimbang' di kalimat itu
      kesannya tuh klo nulis sama aja nggak melakukan apapun?

      Hapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.