Book, Love, Life and Friendship

Sabtu, 16 Januari 2016

Story - Setengah Cangkir Kopi di Malam Minggu

Malam minggu, seperti biasa adalah saatnya rehat dari segala aktivitas. Setelah seminggu dikejar seabrek kegiatan. Ya, bukan nggak bersyukur sih, dikasih kesibukan. Yang tadinya dulu hanya satu sesi, sekarang jadi dua sesi. Tapi malam minggu itu enaknya emang buat nonton film/drama. Sambil nunggu drama season ini tayang dan subtitle-nya seminggu lagi, nonton dulu drama SP yang udah tayang duluan. Tadi Cuma sempat donlot itu sih. 

(jangan tanya soal status ya, hehehe)

Gelar karpet, meja lipat, laptop, charger dan lengkap dengan secangkir kopi susu. Tapi, apalah daya saat baru beberapa seruput kopi panas ternyata panggilan tugas pun datang.

Murid yang paling rajin itu datang di malam minggu. Ok, cek. Murid saya satu ini emang yang paling super rajinnya. Sekolahnya yang masuk lima hari, masih saja ditambah dua hari sisinya untuk les. Ya salam, apa yang dipikirkan anak ini sih sebenarnya? Baiklah, tiap anak pasti punya rencana masing-masing kan ya? hmmm … Mungkin kalau saya dulu, nggak bakalan serajin ini. Soalnya saya lebih suka ‘mblayang-mblayang’ mencoba banyak hal. Ikut kegiatan termasuk panas-panasan dan bercapek ria. Pelajaran? Nikmati aja seperti air mengalir. Alhasil, hasilnya juga seperti air mengalir, nggak terlalu istimewa, hahaha. Syudahlah, itu udah cerita lama.

Hampir dua jam setelahnya sampai si murid ini pamit pulang. Materi sudah nyaris satu bab. Uwoooo … ngebut bener nak kamu ini. Baiklah, sebagai tentor yang baik, saya mah nurut aja, asal paham dan bisa ngerjain.

Dan saat balik ke kamar, ternyata kopi yang tinggal setengah cangkir sudah dingin. Hiks … kopi panasku, duh.

Sambil santai nunggu laptop nyala, isenglah saya buka twitter. Ternyata ada apdetan dari teman yang sedang melakukan perjalanan ‘ajaib’ bin ‘nekat-nya’ itu. Jalan kaki, dengan niat menjelajahi pulau jawa ditambah dua pulau lagi di timurnya. Keren. Apdet terakhirnya, lagi nyantai di sebuah tempat. Duh nggak kebayang deh, jalan dengan ransel besar seperti itu. Kalau naik sepeda mungkin masih mending ya. Yang keren, di perjalanan ini masih sempat aja ni orang nulis dan posting di blog-nya.

Malu saya, benar-benar malu. Saya yang di rumah justru belum nulis apapun. Baiklah, saya anggap ini sebagai tantangan. Dan jadilah, curhatan ini pun saya buat sambil membayangkan, kawan saya satu ini juga tengah terlelap setelah perjalanan panjang seharian tadi. Hati-hati di jalan, Kawan. Semoga sampai tujuan dan bisa kembali dengan selamat. Serta yang penting, bisa mendapatkan apa yang memang kamu ingin dapatkan dari perjalanan ini.

Dan kopi yang tinggal seperempat cangkir ini, akan menemani saya melanjutkan tontonan drama yang sempat terhenti.

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.