Book, Love, Life and Friendship

Jumat, 29 April 2016

KFEmas 3 – Yogyakarta 24 April 2016

Harusnya ini tulisan kemarin-kemarin. Tapi ya, baru sempat nulis sekarang. Hahahaha. Alasanmu, B.

Ok, jadi setelah sempat melewatkan satu kesempatan di Jakarta, akhirnya gue ke Jogja untuk kesekian kalianya. Tapi kali ini rutenya kebalik. Jumat malam gue berangkat dari rumah dan terdampar di Solo paginya. Terminal Tirtonadi sudah banyak berubah dan makin keren bin kece. Tempatnya pun makin bersih dan luas. Mantap lah. Setelah minta jemput, gue terdampar di kos lama. Agak kaget juga dengan sambutan ibu kos lama yang heboh lihat gue, termasuk anaknya yang mantan adek les gue. Duh, gue jadi malu, kekekeke.

Ditinggal kerja temen gue, hari sabtu itu gue ngelayap ke Togamas sama Gramedia. Niat hati sih pengen nyari buku yang asyik. Banyak sih yang asyik tapi belum menarik buat gue. Dan hasilnya, gue menghabiskan nominal lebih dari 100 rebu untuk dua buku, ‘The Girl in The Dark’-nya Akiyoshi Rikako sama ‘Come Back to Me’-nya Arini Putri. Alasan beli Girl in the Dark karena buku sebelumnya, gue suka. Gue suka aja cara si penulis ini membuat cerita termasuk twist di ending yang sama sekali nggak terduga. Kalau buku kedua gue beli karena gue berharap bisa kenalan dengan penerbitnya yang sekarang sedang mengadakan event lomba. Ya, siapa tahu novel gue bisa selesai tahun ini, amiiin

Sore sampai malamnya, gue ngelayap bareng temen. Merasakan kembali atmosfer Solo itu memang sesuatu. Ada hal-hal yang ternyata gue rindukan, tapi juga pengen gue lupakan. Cerita rumit yang pernah terjadi di kota itu kadang bikin gue sakit kepala. Tapi, ada kalanya bikin gue pengen balik. Aaaaah, baper kan jadinya.

Hari kedua, Minggu 24 April 2016

Bangun setengah 4 pagi, dan gue bareng temen langsung meluncur menuju stasiun Balapan untuk ngejar kereta Pramex paling pagi. Temen gue lanjut sampai Kutoarjo dan gue turun di stasiun Tugu, Jogja. Setelah sempat sarapan sebentar dan ngecek HP, akhirnya gue jalan ke halte transJogja. Huaaaaa ... stasiun Tugu sekarang memaksa gue buat jalan jauh sampai halte. Apa-apaaan ini. Mana udah siang dan mulai panas. Tapi ok-lah, anggap aja olahraga.

Halte trans. Setelah tanya ini itu, ternyata buat sampai ke tempat tujuan gue sebenarnya butuh 4 kali ganti bis. Duh dek, apaan ini. Tapi petugasnya kemudian kasih saran, kalau gue mau jalan kaki sebentar, bisa Cuma pakai satu bis. Ok, gue pilih itu. Bukan karena soal biaya sih, tapi gue pengen kenalan dengan jalanan Jogja, hmmm. Sekitar setengah jam setelah naik bis, akhirnya gue sampai di halte tidak tetap. Setelahnya gue pun jalan menuju tempat acara, Den Nanny Resto.

Dan ... setelah melewatkan dua kali ultah Kampus Fiksi, akhirnya gue bisa datang ke ultah kampus Fiksi ketiga ini. Udah banyak yang datang. Beberapa gue kenal dan banyak yang nggak. Lah gue siapa juga, jadi ya, gue banyakan diem sih. Setelah registrasi, gue pilih duduk di belakang. Disapa juga sama temen-temen satu angkatan di KF13. Di sebelah kiri, udah ada stand buku berjejer yang bikin ngiler. Duh, godaan apa lagi ini.
Dan yang paling ditunggu adalah ... buku kumcer KF13. Dengan judul bukunya adalah judul cerpen gue, ‘Jika Saja Hidup Sesederhana Partikel Atom’. Huaaaaa ... cerita ini lanjut lain kali ya.

Acara diisi pengumuman pemenang antologi KF Emas. Lah apa gue, ngirim cerpen pun nggak, jadi nggak mungkin menang. Kkkkk. Setelah ini materi diisi sama mas M.Aan Mansyur sama Faisal Odong. Ternyata gue udah temenan sama Aan Mansyur di twitter, kekekeke. Baru nyadar gue.

Materi yang diisi Aan Mansyur lumayan asyik. Bisa ketawa-ketawa juga. Keren deh mereka. Aan Mansyur ini yang buku puisinya jadi ‘puisi Rangga’ di film AADC. Sementara Faisal Odong ini salah satu cerpenis kesayangan kompas dan novelis keren dengan segudang penghargaan. Padahal dia masih muda banget. Duh bikin iri deh. Yang gue dapat dari mereka berdua? ‘Kalau mau jadi penulis itu, harus siap miskin. Kalau perlu jual motor, ganti dengan jalan kaki dan kamu akan bisa melihat lebih banyak hal.’ Bagian pertama, OK-lah. Kalau bagian kedua, mungkin nggak. Karena gue nggak punya motor, kekekeke

Istirahat siang dilanjutkan foto-foto bareng anak2 KF 13 yang launching buku, kekekeke (ini lanjut lain kali)

Sesi siang diisi sama om Seno Gumira Ajidarma (SGA). Ya mungkin karena beliau yang udah senior dan hari yang udah siang, alhasil nggak banyak yang gue dengerin. Ups. Berasa balik kuliah lagi, dan gue Cuma absen aja ke kampus. Duh nakalnya gue. Sebenarnya kalau cerita2 dengan om SGA ini dalam forum kecil, sepertinya lebih seru. Soalnya si om seperti ngobrol gitu. Lah gue yang di belakang dapat apa. Dan ini yang bikin gue dapat kenalan.

Setelah acara selesai, gue kira kan masih ada sesi foto2, terus bisa sampai malam. Jadi gue pesan travel dijemput setengah 7, nyante lah. Eh ternyata acara bubar lebih cepat. Dan karena gue ditawari buat mampir kos kenala gue, alhasil gue melewatkan foto2.

Kenalan gue ini anak UAD jurusan pendidikan Fisika juga, namanya Intan. Baru lulus Maret kemarin. Dan ya ... kami cukup nyambung juga sih ngobrolnya. Ah dia juga pecinta drama korea. Dan alhasil, tukeran drama, hahaha. Gue sempat mandi juga di kosnya terus ganti baju #KFEmas, kegedeaaan ukuran L. Duh kenapa gue selalu gini sih, karena takut gk cukup, malah pesen L alih2 ukuran M. Dan hasilnya kegedean kan.

Setengah tujuh gue dijemput travel. Sampai di pool kan masih sore. Padahal travel berangkat jam 8, jadinya gue makan dulu. Berasa jadi anak kos lagi deh, makan di pinggir jalan, di angkringan. Kekekeke. Karena travel penuh, nggak bisa selonjoran deh. Sampai rumah jam setengah 2. Nggak tahu kenapa, sms nggak nyampe rumah. Dan gue nggak dijemput. Untung travel dianter sampai jalan belakang rumah.

Sampai rumah dengan tas penuh dan sekardus buku (lagi). Kalau ditotal, gue udah dapat sekitar 150-an buku dari DivaPress. Belum buku-buku gratisan lainnya dan beberapa buku lain yang belum lama gue beli. Sekarang numpuk, antri buat dibaca, tapi belum sempat. Kekekek. Dasar elo, B

Ok, sekian cerita gue. Garing ya? Biarin. Gue lagi bingung bikin plot, jadinya pikiran kemana2. So cerita ini pun ngalir gitu aja tanpa mikir harus gimana2. Hmmm

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.