Book, Love, Life and Friendship

Sabtu, 23 Juli 2016

Patah Hati yang Bikin Ketagihan dan Jatuh Cinta

Siapa bilang patah hati itu selalu buruk? Nggak juga sih. Ya, tergantung kamu melihatnya. Jiaaaaaah, kalimat tadi udah mainstream banget ya. Heran, kenapa tema-nya patah hati lagi. Sama, gue juga nggak ngerti kenapa tema-nya harus ini lagi ya. Jadi, apa bahasan hari ini?

Patah hati yang bikin ketagihan. Iya, ketagihan alias nagih. Ini bukan jenis makanan kok. Patah hati, yang namanya patah, pasti sakit. Tapi ternyata rasa sakit ini bagi sebagian orang justru nagih. Syerem ya? Nggak juga. Karena rasa sakit yang mengiringi patah hati justru membuatnya jadi kreatif.

Jadi gini, gue pernah denger kabar kabur, kalau ‘pernah patah hati’, kayak jadi pasword wajib penulis. Engngng, mungkin ada yang nggak setuju sih. Tapi untuk tulisan kali ini, anggap aja iya deh ya.

Patah hati itu jadi bahan wajib bagi seorang penulis. Hati yang remuk kretek-kretek ternyata bisa membuat seseorang jadi lebih kreatif dibanding sebelumnya. Terutama bagi penulis. Patah hati itu semacam bahan bakar tulisan yang bakalan lama padamnya. Selalu ada aja ide yang bisa muncul buat ditulis dari fenomena patah hati.

Emang sih, patah hati nggak harus mengalami sendiri. Karena efek nyeri-nya nggak main-main. Patah hati bisa didapat dari pengalaman orang lain. Tapi jelas beda kan ya, pengalaman orang lain sama pengalaman sendiri. Biasanya kalau mengalami sendiri itu lebih terasa ‘nganu-nya’. Iya, nganu yang artinya sakit-nya. Euuuuuh!

Nah, karena patah hati ini bisa jadi modal bikin tulisan, makannya penulis suka-suka aja sih dibuat patah hati. Ini ada yang nggak setuju juga? Boleh, boleh aja kok. Tapi kali ini setuju aja ya sama gue, please. Kali ini aja. #maksa. Pada akhirnya patah hati bisa jadi lahan seorang penulis buat jatuh cinta (lagi).

Bisakah? Bisa aja. Patah hati yang ‘nagih’ akan membuat penulis jatuh cinta pada : tulisannya sendiri, karakter dalam tulisannya atau rasa nyeri yang ternyata membawa serta segerobak besar ide tulisan.

Nah, selain penulis, ada juga lho profesi lain yang cinta sama patah hati. Contohnya penulis lagu. Ngaku hayo, siapa nggak ikut baper kalau denger lagu mellow? Makin patah hati-nya si penulis lagi, makin syedih si lagu maka makin baperlah elo dibuatnya. #eh. Ehm, ada profesi/kesibukan lain lagi yang juga butuh ‘patah hati’ dulu supaya bisa dapat ide?

Meski begitu, gue nggak merekomendasikan buat patah hati juga sih. Kalau emang bisa buat tulisan tanpa harus patah hati, itu mah keren. Tapi, kalau terlanjur patah hati, ya nikmati aja. Anggap aja ini peluang buat ngisi blog yang udah lama karatan ketutup lumut. #loh

Sampai jumpa di edisi patah hati yang lain.


0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.