Book, Love, Life and Friendship

Rabu, 17 Agustus 2016

Dan Mereka juga Narsis

#cerita persiapan Karnaval 17 Agustus 2016, anak-anak MA Muhammadiyah Majenang

Nggak kok, kali ini saya nggak akan cerita soal hati yang patah atau cerita patah hati lainnya, hehehe. Iya-iya, cerita patah hati emang nggak akan ada habisnya. Tapi yang satu ini Cuma ada sebelum karnaval.

Kali ini saya Cuma ingin pamer beberapa foto anak-anak MA dan juga MTs yang sedang melakukan persiapan karnaval besok. Ehm ... nggak terlalu rame dan heboh sih sebenarnya. Tapi, senyum-senyum dan kebersamaan di wajah mereka ini yang bikin saya seneng-seneng aja ngelihatnya.


Disuruh ambil foto candid, eh tetep aja nyadar kamera. Dan saya pun jadi korban harus nyempil di foto ini. Yang narsis ya narsis lah, yang lagi sibuk ya sibuk sendiri.



Tema karnaval tahun ini adalah ‘kebersihan sebagian dari iman’. Jadi otomatis lah, kalimat satu ini pasti muncul dan dibuat tulisannya. Saya ngiri aja sih, mereka pada jago banget ya bikin tulisan spontan di atas kertas. Lah kalau saya, mesti pake penggaris dan mungkin baru seharian bisa selesai satu tulisan aja.



Nggak Cuma anak-anak sih yang narsis sebenarnya. Karena ustazah-nya juga ‘terpaksa’ ikutan narsis. Awas lem di tangan, ntar malah ngelem tangan sendiri, jadi repot deh.



Yes! Akhirnya ada gambar candid juga. Ini nih yang asyik. Lagi pada sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dari ngelem tulisan di papan sampai menghias papan dengan kertas krep. Hmmm ... hari ini sih masih aman. Tapi besok, tu tangan pasti blentong-blentong warna warni kena lunturan kertas krep.



Another candid foto. Yes! Berhubung saja orang baik, jadi saya cukup mendoakan saja dari sebelah, huehehehehe



Nah, tu kan, pak guru-nya juga ikutan narsis. Sebenarnya ini foto sasaran untuk tim pembuat tulisan di kertas. Eh, mereka yang lagi nulis malah nggak kelihatan. Ketutup sama wajah-wajah penuh senyum lengkap dengan tangan dua jari yang teracung.



Tim pembuat tulisan masih sibuk mengarsir. Eh, yang di sebelah malah yang narsis. Tapi senyum lebar itu membuat saya batal kesal lantaran tulisan nggak kelar-kelar. Ya salaaaam



Deuh, ustazah Lulu serius amat itu nulisnya. Lah yang lain masih saja sadar kamera. Candid kali ini pun gagal lantaran anak-anak terlanjur sadar kamera lebih dulu.



Kalau yang ini pasukan pembawa bendera. Mereka biasanya baris paling depan sendiri. Panas-panas, tetap semangat latihan nih. Ssssssst, tadinya yang terpilih pertama itu anak-nya imut-imut banget (baca : kecil, karena masih kelas 7). Dan dengan banyak pertimbangan, akhirnya pasukan diganti dengan yang punya ukuran tinggi agak lumayan lah.



Latihan jalannya udah dulu deh. Sekarang bawa bendera. Satu-dua-satu-dua. Mana semangatnya!!! Semoga besok pada kuat ya, dan nggak ada yang pingsan.



Nah, kalau yang ini ajang narsis sih. Untung kamera hp terbatas. Jadi jerawat nggak kelihatan. Huahahahaha. Seneng lihat senyum anak-anak ini. Ya meski kadang saya harus nangis juga sih, kalau lihat hasil ulangan matematika sama fisika mereka. #tsurhat.

Besok karnaval, jadwal setelah dzuhur. Kemungkinan sampai sore. Istirahat yang cukup ya, anak-anak. Semoga besok segar dan sehat, serta kuat sampai sore. Menang kalah, nggak masalah. Yang penting, apa yang sekarang dinikmati dan dibuat happy aja.

Ok, sampai jumpa di postingan lainnya

Oh ya, hampir lupa. DIRGAHAYU INDONESIA KE-71. Semoga negeriku makin dewasa.

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.