Book, Love, Life and Friendship

Selasa, 11 Oktober 2016

Blog Domain Berbayar vs Domain Tak Berbayar

Postingan seorang kawan blogger yang saya baca hari ini benar-benar menyita perhatian saya. Ketika saya membaca alasannya untuk kembali menggunakan domain tak berbayar, alih-alih tetap menggunakan domain berbayarnya. Dan alasannya ... cukup logis, menurut saya.

Ngeblog dengan domain berbayar maupun tak berbayar—alias gratis—memang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan itu semua jelas pernah saya alami. Tapi postingan kawan satu ini, benar-benar memaksa saya melihat sekali lagi realitas di depan mata. Memang sih, beberapa waktu belakangan saya sedang off dari blog yang satu lagi. Selain karena aktivitas dunia nyata yang cukup padat, juga karena saya ingin kembali memikirkan dunia blogging yang selama ini saya geluti.

Benar, blog memang banyak menyita waktu saya. Tapi saya senang dengan semua itu. Bagi saya, blog itu seperti investasi masa depan. Atau semacam tabungan yang entah kapan mungkin akan berguna. Berkali saya sudah menyinggung hal ini di beberapa postingan lainnya.

Kembali ke blog domain berbayar vs domain tak berbayar. Memang punya blog domain berbayar kelihatan keren ya. Tapi, di dunia ini jelas nggak ada yang gratis. Selain harus bayar sewa domain dan perawatan, blog berbayar juga butuh perhatian lebih. Berbeda dengan blog domain tak berbayar, yang Cuma memikirkan postingan saja.

Alasan saya dulu hijrah ke blog domain berbayar adalah berharap bisa punya investasi bidang iklan klik dari blog. Tapi sepertinya, isi blog saya tidak cukup layak untuk dapat bagian iklan. Ehm ... ya seperti itulah. Karena memang isinya saya banget.

Kembali memikirkan soal blog, kembali saya merenungkan banyak hal. Bertahun terjun dan bergelimangan di dunia blog, membuat saya merasa ada dan hidup. Saya merasa eksis dan diakui. Jadi, rasanya kalau harus benar-benar berhenti dari blog, maka saya akan kehilangan sebagian hidup saya.

Mungkin memang tidak mudah. Tapi, saya akan kembali memikirkan ulang soal pilihan domain berbayar atau domain tak berbayar. Yang jelas, ada ada persiapan lain juga yang perlu saya lakukan soal ini. Apakah saya akan tetap bertahan atau menyerah. Apakah nanti pilihan A atau B yang akan saya tentukan, semua masih dalam proses.

Ah ... blog mungkin asyik untuk jalan-jalan. Asyik juga jalan-jalan di media sosial. Tapi belakangan media sosial bikin saya nyaris gila. Kenapa? Karena isinya postingan teman-teman yang nyaris menerbitkan karya mereka dalam bentuk buku. Saya kapan? Pertanyaan ini terus menerus membuat kepala saya nyaris pecah. Iya, kapan? Lah bagaimana bisa jawab kalau tidak pernah mencoba menyelesaikan. Jawabannya ternyata ada pada diri saya sendiri.

Mungkin alasan ini juga yang memaksa saya memikirkan ulang soal kelanjutan blogging. Mungkin berhenti seluruhnya, tidak akan dan tidak bisa. Tapi berkurang jumlah postingan ... bisa jadi.

Ah .... masih banyak yang harus saya pikirkan.

2 komentar:

  1. Setuju dengan kutipan diatas : Tapi sepertinya, isi blog saya tidak cukup layak untuk dapat bagian iklan.

    Intinya kita kudu nyadar diri ya, nggak perlu sok sok an. wkwkwkw XD

    BalasHapus
  2. hahahaha
    buat yg satu ini, sepertinya harus nyari cara lain
    iklan oh iklan
    perlu nggak sih, kapok gegara terus menerus di php goggle adsense? kkkkkk

    BalasHapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.