Book, Love, Life and Friendship

Rabu, 12 Oktober 2016

Iri Membaca vs Iri Menulis

Pada saat kesibukan pekerjaan semakin memuakkan saya, jalan-jalan tanpa harus beranjak dari depan laptop-lah yang sering saya lakukan. Memang, paling enak itu jalan-jalan secara fisik. Meski tidak belanja apapun, tapi paling tidak bisa melihat banyak hal yang memanjakan mata, itu sudah cukup.
Sayangnya, tidak setiap waktu bosan atau muak saya bisa melakukan hal itu. kadang terpaksa saya hanya bisa memaksa jari-jari saya yang berjalan-jalan, melompat dari satu kotak ke kotak lainnya di depan saya, hanya untuk memaksa halaman di depan saya berubah jadi apa yang saya inginkan. Ya, jalan-jalan lewat dunia maya.

Tidak jarang, saya memarkirkan pikiran di halaman situs belanja online. Meski tidak selalu saya menekan tombol beli. Kadang hanya menyimpannya saja, hingga nanti saya benar-benar menginginkannya. Atau parkir di deretan blog lain yang cukup membuat saya tertarik, berhenti dan tertegun membaca.

Dan kali ini, saya juga kembali melakukan itu di saat kebosanan kembali melanda. Memang ada perbedaan sangat besar, antara orang yang gemar membaca dan hanya pembaca amatir dan miskin sumber seperti saya. Teko yang berisi, tentu akan lebih bisa mengeluarkan lebih banyak air dibandingkan dengan teko kosong. Seperti itulah menulis. Semakin banyak tulisan yang dibacanya, maka semakin berisi juga tulisannya yang dibuatnya. Sungguh, betapa irinya saya terhadap orang seperti itu.

Saya pernah jatuh cinta pada tulisan seorang blogger, hanya karena membaca tulisannya saja. Meski pada akhirnya saya tidak pernah jatuh cinta pada orangnya, tapi tulisannya tidak pernah membuat saya menyerah untuk jatuh cinta. Pun demikian berikutnya. Saya ternyata masih bisa jatuh cinta pada tulisan blogger lain, blogger berbeda dari sebelumnya.

Betapa irinya saya pada dia. Yang bacaannya segambreng, yang buku-bukunya sudah berderet, yang tulisan-tulisannya selalu menginspirasi. Lalu, siapa saya ini? Apa isi tulisan ini?

Saya selalu berharap punya kesempatan ada di posisi itu. Berada di tempat, saya dibutuhkan. Bukan karena latar belakang, tapi karena apa yang saya hasilkan. Apa yang saya buat. Apa yang saya kerjakan, sebuah karya.

Bisakah saya mengobati rasa iri ini? Iri membaca dan iri menulis?

4 komentar:

  1. Istilah kerennya : you are what you read!

    Bener kan? :D

    BalasHapus
  2. aaaaaah, tulisan satu halaman cuma jadi satu baris
    jahad sekali anda, hahahahaha

    BalasHapus
  3. Sepakat. You are what you read. And you are what you write maybe? Hehee

    BalasHapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.