Book, Love, Life and Friendship

Sabtu, 29 Oktober 2016

Saya dan Dunia di Kepala Saya

Dunia di kepala saya bukan berarti kutu dan rumahnya, hoeeee! Saya sudah lama pensiun dari peternakan kutu di kepala. Kapok pok pok. Karena tiap kali peternakan kutu dimulai, maka saya terancam harus menahan leher sakit karena dilakukan operasi pemberantasan kutu di kepala. Ah, itu cerita lama.

Ini soal kepribadian introvert saya. Mungkin juga tidak jauh berbeda dengan para introvert lainnya di sekitar saya dan di banyak tempat di belahan bumi lain. Gambar di bawah saya dapat dari sebuah akun. Dan karena suka, saya pun menyimpannya.
Gambar itu seperti gambaran para introvert lainnya. Nggak nyaman berada di keramaian. Justru merasa asing dan sepi saat berada di tempat ramai. Saat orang-orang sibuk, tiba-tiba pergi tanpa bilang-bilang dan justru merasa lebih nyaman dan menikmati berada di tempat sepi dan menyendiri.

Seperti inilah saya. Mungkin ini juga yang membuat orang-orang atau teman-teman enggan mengajak saya jalan ramai-ramai. Karena nanti pada akhirnya, saya akan punya dunia saya sendiri, memilih menyendiri dan menikmati alam.

Tapi itulah asyiknya. Misalnya saat saya dan teman-teman sekelas dulu jalan ke pantai. Saat anak-anak lain asyik main air dan pasir atau mengambil foto, saya memilih membiarkan kaki menjejak pepasir dan melangkah menjauh. Saya biarkan kaki ini melangkah membawa saya menjauh dari keramaian. Karena keramaian sebenarnya, justru ada di kepala saya. Saya menikmati momen saat di sekitar saya hanya ada angin, suara ombak dan panas matahari, tapi saya berbicara dengan diri saya sendiri. Atau saya membiarkan otak saya berkelana ke berbagai tempat, untuk memikirkan berbagai hal sekaligus.

Rasanya seperti benar-benar bersatu dengan alam. Menikmati setiap sajian alam yang ada. Membiarkan setiap belai angin menelusup hingga celah tersempit tubuh saya. Membiarkan telinga saya dimanjakan dengan deburan ombak pepantai yang ramah. Lalu membiarkan kaki saya dilumuri lembutnya pepasir pantai.

Bagi orang lain, itu aneh. Mungkin demikian? Mereka pasti berpikir, saya punya dunia saya sendiri, yang tidak bisa dimasuki oleh orang lain dan tidak jelas seperti apa bentuknya.

Tapi saya menikmatinya. Berjalan sendirian, menjauh dari kerumunan dan menikmati tiap belaian alam di tubuh saya.

Jadi, kalau ada yang mau ajak saya maen rombongan, tolong maklum dengan sikap satu ini ya. Biarkan saja saya menikmati dunia saya, yang sepi di luar tapi ramai di dalam. Nanti kalau udah cukup, juga balik sendiri kok. Kecuali kalau udah kelamaan ngilang, baru deh perlu dicariin. #ehe tapi saya nggak pernah ilang kok, suer!

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.