Book, Love, Life and Friendship

Selasa, 15 November 2016

Harga Kawan atau Gratisan, Mana yang Lebih Baik?

Saya pernah nulis tentang ini atau belum ya di blog? Tapi kayaknya pernah nulis di facebook ya. Soal ‘harga teman’ dan gratisan. Jadi, mana yang lebih baik?

Saya bukan penulis keren yang punya banyak karya (jelas lah, buku solo aja belum punya), ataupun orang keren dengan banyak follower. Saya Cuma seseorang yang sedang belajar menulis. Tapi, gimana rasanya kalau ada satu tulisanmu yang terbit, kemudian berjejer orang-orang yang tetiba minta gratisan atau traktiran bukumu?
Ehm ... dulu sih, saya juga gitu. Kalau ada temen yang punya hal baru atau apa, biasanya minta traktir atau gratisan. Ya namanya juga mahasiswa kere. Dulu saya sih cuek aja, nggak mikir perasaan yang dimintai. Pun kalau permintaan ini nggak serius-serius amat, kadang Cuma guyonan alias becandaan saja. Tapi ternyata, kalau posisinya dibalik itu nggak enak.

Pernah tahu istilah ‘harga kawan’? Iya, urusan bisnis yang dicampurkan dengan urusan pertemanan, hingga dengan alasan ini bisa didapatkan harga yang lebih rendah dari harga normal. Ehm ... dulu sih saya cuek aja, dan bisa jadi saya salah satu yang suka memanfaatkan ini juga. Tapi ternyata kalau posisi dibalik, juga nggak enak tuh.

Pernah ada atau pernah denger di suatu kajian atau apa gitu, udah lama. Yang bener itu, kalau urusan bisnis dengan kawan atau saudara, justru bukan minta potongan harga atau gratisan. Justru kalau itu untuk kawan, berikan nominal lebih banyak dibanding harga normal. Ya masak sama kawan sendiri nggak loyal, pelit gitu. Kalau ini saya lakukan pada diri sendiri, mungkin masih sulit. Jadi, saya memilih tetap membayar dengan harga normal pasaran, karena itu teman sendiri. Itung-itung melariskan bisnis teman, iya kan? Justru karena itu kawan sendiri, teman sendiri atau saudara sendiri, saya justru merasa nggak enak kalau harus minta diskonan. Ehm ... ya tapi namanya orang jawa, nggak mudah kan?

Terus soal karya kawan. Nah ini biasanya dialami teman-teman penulis. Memang sih, penulis biasanya dapat jatah contoh terbit sekitar 5-10 eksemplar. Si penulis sendiri bebas memberikannya pada siapapun dengan cara apapun. Cuma ya itu, nggak suka aja dengan ‘todongan minta gratisan’ yang tiba-tiba muncul gitu. Iya, dulu saya juga suka minta gratisan buku. Tapi sekarang saya berusaha buat nggak minta lagi. Kalau memang menghargai karya/buku kawan, ya beli bukunya. Pamerlah pada yang empunya buku, kalau habis beli bukunya bukan malah minta gratisan.

Kalau memang belum bisa beli karena satu dan lain hal, ya paling nggak jadilah endors/share/iklanlah buku teman itu. Kalau belum bisa bantu teman dengan cara beli bukunya, ya bantu dengan cara lain. Itu-itung sedekah. Siapa tahu, besok-besok kita yang dibantuin kan?

Termasuk soal copy buku. Dulu sih rajin ngopy buku atau nyaris stensilan di bursa buku murah. Sepertinya mulai sekarang ini harus mulai dihilangkan deh. Ya dikurangi dikit demi sedikit. Gimana penulis mau maju kalau pembaca aja nggak bisa diajak kerja sama gini. Ya anggap saja, latihan. Siapa tahu suatu saat saya juga kebagian peran di posisi penulis. Hehehe ... semoga nggak pada ngebajak (calon) buku saya. Amiiiin

Kalau kau benar kawan, maka hargailah dia dengan belilah karya kawan kau itu, bukan minta gratisan.

4 komentar:

  1. Harga tetangga deh kalo gitu XD
    iya, banyak ngga sadar ngga ngehargain karya kawan sendiri, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha
      makannya itu, kalo blum bisa beli, mending nggak usah ribut
      ikutan promo-in aja
      kan nggak enak, msak temen sendiri malah nggak dibeli karyanya

      Hapus
  2. Untung saya nggak kayak gitu....
    Nggak pernah minta gratis, palingan minta diskon...
    #Ekh...
    Sama aja ya.... #Kidding

    BalasHapus
    Balasan
    1. eeeeeh
      jadi, klo sy minta diskonan balik boleh dong?
      kekekekeke

      Hapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.