Book, Love, Life and Friendship

Jumat, 18 November 2016

Impian dan Cita-cita vs Harapan Orang Tua

Pernah dengar tentang seseorang yang sukses karena melepaskan cita-citanya dan mengikuti keinginan orang tuanya? Terus dikatakan kalau, mengikuti keinginan orang tua bukan berkorban, tapi wujud bakti dan ternyata nggak buruk-buruk amat. Ini bener banget.

Atau cerita kedua. Tentang seseorang yang bekerja keras mengejar cita-cinta dan impiannya, meski harus bertentangan dengan orang tua. Dan akhirnya dia bisa membuktikan kalau dirinya sukses dengan pilihannya itu. Lalu, muncullah nasihat yang bilang, ‘Cuma butuh waktu dan keseriusan untuk membuktikan impian bisa terwujud, meski nggak sesuai harapan orang tua’. (kalimat versi saya sih). Ini juga baner banget.
Jadi, yang mana nih? Kerja keras mengejar impian dan cita-cita atau melupakan semuanya itu dan mewujudkan harapan orang tua?

Yang memilih impian lalu berseberangan dengan keinginan orang tua, dan ingin sukses, artinya butuh kesungguhan dan kerja keras serta diplomasi jitu untuk meyakinkan orang tua. Lalu, yang memilih mewujudkan harapan orang tua, artinya kerja keras memaksa diri untuk bisa ikhlas menerima dan legowo dengan pilihan itu dan menikmatinya, diplomasi pada diri sendiri.

Pada akhirnya, itu Cuma soal pilihan aja sih.

Saya? Ada sisi dalam diri saya yang pemberontak. Keras kepala membuat saya diam-diam masih terus mengejar mimpi. Tapi ada sisi lain dalam diri saya, yang ingin membahagiakan orang tua dengan memenuhi harapan mereka. Sayangnya, saya mentok untuk urusan diplomasi. Saya kesulitan berdiplomasi dan bikin kompromi dengan diri sendiri, pun diplomasi dengan orang tua.

Iya, saya tipe galau ini.

Tapi untuk saat ini, saya Cuma harus memaksa diri bertahan, mewujudkan harapan orang tua, sambil diam-diam tetap memupuk impian serta cita-cita yang akan benar-benar sawa wujudkan nanti, dengan kedua kaki dan badan tegak berdiri.

Saya berharap suatu saat nanti, saya punya keberanian menyuarakan impian dan cita-cita saya dengan lantang, tanpa malu-malu dan tanpa ragu lagi. Serta bisa membuktikannya dengan baik.
Biar dikata saya serakah. Pengen mewujudkan cita-cita dan impian, sekaligus mewujudkan harapan orang tua.

2 komentar:

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.