Book, Love, Life and Friendship

Kamis, 22 Desember 2016

Desember’s story

Terlalu banyak cerita di bulan Desember #drama. Nggak, ini serius. Bukan drama. Iya, saya emang udah agak lama nggak nulis. Karena saking banyaknya kegiatan, jadi malah bingung mana yang mau ditulis. Akhirnya malah nggak ada yang ditulis. Dari tes semester anak-anak, sampai study tour di Jekardah, terima raport dan akhirnya liburan sekolah 


Meski libur akhir tahun 2 minggu pun, ternyata malah nggak bisa menyempatkan waktu buat nulis di sini. Malah ngurus naskah yang satu lagi, karena udah dikejar2 editor. Malu rasanya, kalau curhat soal #dateline sama ditagih editor. Kemana aja saya? Tapi sore ini jadwalnya emang harus nulis sih #ehe

Desember itu penuh cerita. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan sejak lebih dari sepuluh tahun silam. Semua cerita selalu berawal di Desember. Bulan terakhir, tapi selalu membuat kisah baru.

Cinta pertama yang muncul di bulan Desember. Sakit yang anehnya (selalu) muncul di bulan Desember. Kegiatan di kampus yang selalu bulan desember, yang paling berkesan. Galau di peralihan kepengurusan organisasi. Rasa suka yang muncul di desember. Dan masih terlalu banyak cerita bulan Desember yang selalu memenuhi ingat saya. Hingga perpisahan di Desember yang terlalu nyeri untuk diingat. Ah desember oh desember.

Lalu desember ini? Sakit, seperti biasanya (lagi). Ini juga saya nggak ngerti kenapa. Sudah dua desember saya di rumah. Desember tahun lalu beda dengan desember kali ini. Meski tetap saja, aromanya sama. Aroma kenangan.

Tadi, tetiba ingat satu tempat yang asyik. Dulu, jaman2 masih suka ngebolang pakai motor dengan teman-teman, ada satu tempat yang pernah kami singgahi. Sebuah mushola kecil di tengah sawah dengan hamparan kebun sayur di kanan kirinya. Lalu di seberang jalannya ada bukit tinggi menjulang. Sebuah pemandangan yang asyik dinikmati, apalagi kalau dilengkapi dengan kabut yang mulai turun dan hawa dingin yang makin menyergap. Tapi itu udah lama banget sih. #kebanyakanCurhat

Iya, iya, nggak boleh kebanyakan curhat.

Saatnya bikin Desember wish. Hahaha ... meski sebenarnya saya nggak pernah bener2 serius bikin Desember wish juga sih. Cuma buat have fun and hore2an aja. Bukan, bukan berarti saya nggak punya target dalam hidup. Cuma, target saya nggak terbatas bulan Desember aja sih.

Saya berharap bisa segera menyelesaikan naskah yang satu ini dan beranjak ke naskah yang lain, amin. Bisa punya buku solo, amiiiiin. Bukan berarti nggak bersyukur punya buku rombongan (baca: antologi). Cuma ya, biar lengkap ya juga harus punya buku solo kan? Terus ... bisa makin sabar di tempat yang sekarang, sampai saya bisa menemukan tempat baru yang bener2 paling nyaman buat saya. Pekerjaan bukan masalah uang saja atau rasa ‘terimakasih’ dan ‘nggak enak ala orang jawa’, tapi juga soal passion dan rasa nyaman.

Dan satu lagi, yang diinginkan banyak cewek pada umumnya ... ketemu pangeran tampan #eh nggak maksudnya. Ketemu belahan jiwa #nggakDibelahJuga. Bukan itu, maksudnya ketemu jodoh. Meski sebenarnya saya masih pengen jalan-jalan tanpa buntut juga sih. hmmmm ... terus harus minta yg mana duluan nih? Minta jodo dulu atau minta ‘kenari’ buat jalan-jalan dulu? #eh #kebanyakanCurhat.

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.