Book, Love, Life and Friendship

Kamis, 19 Januari 2017

2nd Day – Kucing Schrodinger

Fisika lagi? Bosen? Nggak kok, fisika nggak sememusingkan itu, sebenarnya. Ya, meski ‘keisengan’ om Schrodinger yang memasukkan kucingnya dalam kotak bersama segepok racun, masih belum benar-benar menemukan jawaban pastinya. Tapi toh, kucing ini pun tetap ‘ada’ dan jadi ikon masalah mekanika kuantum hingga hari ini. (ini apa lagi sih?)

Nggak usah pusing mikirin si kucing. Dia masih aman kok. Ni ada di dekat kaki saya, mengeong terus #ups.


credit http://meowmagz.com
Saya nggak akan banyak menulis soal kucingnya om Schrodinger ini. Cuma mau mengatakan, kalau dalam percobaan itu ternyata tidak dapat dipastikan nasib si kucing dalam kotak bersama racun. Apakah kucing akan mati atau kucing masih hidup. Tidak ada yang bisa tahu, tanpa membuka kotaknya. Intinya, kemungkinan si kucing hidup atau mati adalah 50 persen banding 50 persen. Alias, si kucing dalam kedua situasi, ya hidup ya mati. Bingung? Lanjut. Dan jawaban tentang nasib si kucing akan tetap seperti ini, KECUALI kotaknya dibuka. Artinya, kecuali dilakukan pengamatan.

Gini deh, seperti itulah hidup. Nggak ada yang benar-benar pasti. Bisa bahagia, bisa juga sedih. Setiap pilihan pasti ada konsekuensi. Dan konsekuensi bahagia atau sedih baru ketahuan kalau sudah dijalani.

Terus apa hubungannya dengan hal-hal yang (kemungkinan) membuat saya histeris? Apapun itu ternyata merupakan suatu hal yang belum pasti, kecuali saya mengalaminya lebih dulu. Gimana tahu bisa histeris, kalau belum mengalami. Tapi okelah, mundur sedikit, dengan membayangkan atau mengasumsikannya.

Misal gini, tetiba ada editor dari suatu penerbit yang menghubungi dan mengatakan kalau tulisan di blog ini bakalan diterbitkan dalam bentuk buku. Padahal, saya memang sudah kebelet pengen punya buku solo sejak lama. Nah, kira-kira saya bakalan histeris nggak ya dapat kabar begini? Kemungkinannya ada dua. Pertama, saya bakal histeris terus teriak-teriak sambil tertawa kegirangan mirip anak kecil ditambah lompat-lompat. Masalahnya, kalau ini terjadi di suatu tempat yang tidak lazim, jadi nggak lucu ceritanya. Atau kemungkinan kedua, saya diem anteng tanpa suara, lantaran bingung dan terlalu takjub untuk bersuara. Jadi, kira-kira mana yang akan terjadi? Nggak akan ketahuan kalau belum kejadian. Hahahaha. Kemungkinannya jadi netral, alias 50-50.

Ada kejadian kedua, tetiba saya ditawari jadi kontributor tetap sebuah majalah internasional, di perusahaan yang sama tempat idola saya berada. Kira-kira gimana ekspresi saya ya? Satu, karena saya bisa membuat tulisan yang dibaca nggak Cuma di blog ini dan nggak Cuma di negeri sendiri. Kedua, karena saya bisa ngecengi idola (baca: bias) tiap hari di kantor. Hmmmm ... ini mah doa sama amalnya perlu dikencengin lagi nih. Kemungkinan besar, akan jadi histeris kuadrat.

Bagian ketiga, kalau tetiba saya dilamar sama cowok paporit saya sejak sekolah dulu. (ini murni imajinasi) sepertinya saya nggak akan histeris. Justru pingsan. Karena ternyata doi sudah punya gandengan dan saya Cuma jadi pelarian. (kemudian rusuh).

Maaf, yang ketiga tadi nggak dihitung ya. Lewati saja.

Kemungkinan ketiga (yang sebenarnya), kalau tetiba aplikasi beasiswa saya bisa lolos diterima dan saya akan langsung berangkat dalam waktu satu bulan ke depan. Terus di sana, tugas saya selain kuliah adalah adalah jadi trevel-blogger. Dan saya hidup bahagia selamanya, hahahaha.

Oh ayolah, ini Cuma kemungkinan kan? Ya meski siapa tahu, kalau yang sudah baca tulisan ini, kemudian tertarik mewujudkannya untuk saya. #sungkem

Ya, nasib kucing Schrodinger dalam kardus tidak pernah bisa dipastikan alias Cuma kemungkinan. Jadi, seperti itulah hidup, juga sebuah kemungkinan KECUALI kotaknya dibuka dan dicari tahu isinya. Atau dengan kata lain, dijalani untuk mencari kepastikan itu. #cieeee tumben lagi bener.

Oh ya, sungkem sama guru dan dosen fisika juga. Saya jangan dipecat jadi murid. Meski fisika versi saya, jadi tampak lucu dan wagu begini. Btw, saya selalu diketawain saat cerita sama anak-anak, kalimat terkenal dari dosen saya, Prof.Suparmi, ‘Physics is beautiful’. Saya juga nggak ngerti kenapa, mungkin masih perlu ditambah dengan #hawt #seksi atau kata-kata lain semacamnya. Terimakasih.

Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #10DaysKFWritingChallange yang diselenggarakan oleh twitter @KampusFiksi. Jika makin lama tulisan ini dan berikutnya makin tidak jelas, mohon dimaklumi.

4 komentar:

  1. ini tema challenge tulisannya bebas ya? yang penting fiksi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang namanya bebas, ya bebas
      terserah mau fiksi ataupun kisah nyata
      cek postingan hari keenol deh #ehe
      ikutan aja sekalian, baru mulai dua hari kok

      Hapus
    2. Gue malu buat ikutan, hehe

      Hapus
    3. pake malu segala
      biasanya juga malu-malu-*n
      kekekeke v(^_^)

      Hapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Blog Archive

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.