Book, Love, Life and Friendship

Jumat, 20 Januari 2017

3rd Day – Teori Relativitas

Menurut salah satu mbahnya anak-anak Fisika, mbah Einstein, ruang dan waktu itu bersifat relatif. Ruang dan waktu bisa mengalami pemoloran maupun pengerutan. Waktu akan bergerak lebih lambat saat kita bergerak lebih cepat. Sebaliknya, waktu akan menjadi lebih lambat, saat kita diam.

Nggak heran sih ya. Kalau lagi sibuk sama kerjaan, 8 jam rasanya bisa mengerjakan banyak hal sekaligus. Beda cerita kalau lagi mager di rumah, 8 jam yang sama Cuma selesai satu kerjaan aja. Akhirnya bingung, ini waktu kok berasa cepet banget, tadi gue udah ngapaian aja ya? Padahal sama 8 jam-nya juga kan. Itu baru level hari, gimana kalau level tahun?

 
credit rengkodriders.wordpress.com
Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, selalu ada target yang ingin dicapai dalam tahun yang baru. Atau bahkan ada yang sudah punya target jangka panjang, semacam 5 tahun, 10 tahun hingga 25 tahun ke depan. Emang sih, nggak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Selama Doraemon masiih belum mau minjemin mesin waktunya, ya semua Cuma akan jadi misteri.

Cuma yang jadi masalah, apakah semua target tahun ini bakalan benar-benar terealisasi? Saya nggak berniat pesimis atau memandang rendah diri sendiri. Cuma, saya perlu merevisi target itu, supaya nggak Cuma jadi target aja di awal tahun dan jadi coretan nggak penting sia-sia di akhir tahun.

Pertama, punya buku solo. Ini target saya tahun ini, tahun lalu, tahun sebelumnya, tahun sebelum sebelumnya dan juga tahun sebelum sebelum sebelumnya. Bingung? Sama. Saya juga bingung kenapa hal ini terus saja jadi target tanpa terealisasi juga. Kira-kira perlu masuk list target tahun ini juga nggak ya? Waktunya terasa makin ambigu.

Kedua, soal pernikahan. Suatu hal sederhana yang diinginkan nyaris seluruh komunitas jomblo di negeri ini. Siapa yang berpikir, target menikah di usia keren, 25 pun terlewati tanpa terealisasi? Masalahnya, ini juga jadi target di tahun berikutnya, berikutnya berikutnya dan ... sampai kata berikutnya berubah jadi ‘akhirnya’. Target ini awalnya berbunyi ‘punya pacar’ dan kini berubah jadi ‘punya misua’. Lagi-lagi masalah waktu. Apa saya kehilangan ‘timing’ yang pas untuk merealisasikan target satu ini? Atau ada yang saya lewatkan?

Ketiga, melakukan pekerjaan impian. Ya, saya terjebak di lingkaran lingkungan yang sulit saya ingkari saat ini. Nggak harus kan ya, kerjaan sesuai dengan jurusan saat kuliah? Idealisnya saya jaman lulus SMA dan kuliah dulu adalah ... bekerja sesuai jurusan kuliah. Cuma masalahnya, (lagi-lagi) waktu dan tempat membuat saya merasa perlu merevisi idealisme ini. Bukan berarti saya nggak menyukai pekerjaan sekarang ini. Cuma, saya merasa perlu merevisi definisi rasa nyaman melakukan hal yang saya sukai, sampai saya nggak perlu merasa ‘bekerja’. Sesuatu yang membuat saya tidak pernah kehilangan rasa tertarik, rasa penasaran sekaligus rasa frustasi saat belum tercapai. Rasa seperti itu mungkin. Jadi, soal pekerjaan juga masih jadi target di tahun ini, meski dalam batas waktu yang makin terbatas.

Keempat, dengan waktu yang (lagi-lagi) relatif, saya ingin memanfaatkan momen ‘sendiri’ untuk menikmati masa sendiri sebaik-baiknya. Ada satu sisi dalam diri ingin segera menggenapi separuh dien. Tapi sisi lain dalam diri, berharap masih punya banyak waktu untuk menjelajahi banyak ruang di muka bumi ini. Dan saya berharap bisa berada di dua atau lebih tempat sekaligus dalam waktu yang sama, mewujudkan teori relativitas superposisi.

Kelima, back to my old self. Hahahaha ... iya saya berharap bisa menggunakan mesin waktu untuk kembali ke masa lalu. Atau minimal ada alat yang bisa membuat saya bergerak dengan kecepatan cahaya, sehingga waktu saya bisa berhenti di sebuah masa keren yang nggak pengen saya lewatkan. Atau bahkan saya butuh bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya supaya saya bisa kembali ke masa lalu untuk mengubah sesuatu. Sebuah imajinasi simpel ‘orang yang kesasar’ belajar fisika. Tapi yang paling realistis ya, back to my old self. Saya lebih suka diri saya yang dulu. Bukan berarti saya nggak suka diri saya yang sekarang. Tapi kalau bisa memilih, maka saya ingin lompat ke lobang cacing dan kembali ke sebuah masa saya mencintai diri saya sendiri. Ini bisa jadi modal penting untuk bisa mencintai orang lain, pada akhirnya.

Ah, kenapa tulisan ini jadi terlalu serius ya?

Bicara soal target setahun ini, kemudian saya mikir juga, mungkin nggak sih, setahun ini akan jadi molor atau justru mengkerut seperti teori relativitas tadi? Sebenarnya sih simpel aja (secara teori), kalau rajin merealisasikan target-target itu, nggak mustahil waktu bisa ‘melambat’, artinya makin banyak hal yang bisa dilakukan dalam waktu satu tahun saja. Beda cerita kalau mager, waktu akan menjadi lebih cepat, dan di akhir tahun baru sadar kalau Cuma satu atau dua target yang tercapai.

Sungguh, saya nggak mau terjebak dalam hal ini. Karena keinginan terbesar saya sebenarnya adalah bisa merealisasikan semua daftar yang ingin saya capai tahun ini. Berharap bisa melakukan lompatan waktu dan ruang, yang memungkinkan saya berada di situasi berbeda dalam satu waktu sekaligus. Atau berada di dua/ lebih tempat sekaligus untuk melakukan banyak hal dalam satu waktu. Kok kayaknya saya makin serius dan serakah ya?

Atau ... apa saya perlu pinjam walkie talkie-nya detektif Park HaeYoung buat bicara dengan diri saya di masa lalu dan berharap bisa mengubah masa depan? #plotTwist1

Atau ... makan rumput datura, yang bisa menyebabkan hilang ingatan, jadi semacam tombol restart untuk memulai kehidupan yang baru lagi? #plotTwist2



Tulisan ini diikutsertakan dalam tantangan #10DaysKF #WritingChallange oleh @KampusFiksi. Sepertinya tulisan ketiga ini agak terlalu serius ya. Saya memang serius memikirkan masa depan. Cuma, saya di masa depan sepertinya lupa bilang kalau terlalu serius berpikir bisa membuat lupa #ups


0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.