Book, Love, Life and Friendship

Senin, 23 Januari 2017

6th Days – Daya Kapilaritas

Lulus kuliah tepat waktu? Keren. Langsung lanjut S2 dengan beasiswa? Lebih keren lagi. Terus S3 keluar negeri? Itu impian. Tapi pada saat semua impian itu tinggal impian, apa ya saya akan bilang hidup saya hancur? Nggak kan. Toh hidup harus terus berlanjut.

Lulus kuliah telat itu nggak keren. Tapi saya juga berani bilang, lulus kuliah telat itu juga nggak buruk kok. Nggak, saya nggak ngajari hal buruk. Toh sudah terlalu banyak rencana dalam hidup yang terpaksa saya sisihkan, ketika satu per satu hal itu tidak terwujud. Dalam kelamnya telat lulus—yang banyak diremehkan orang—saya menemukan banyak cahaya yang lebih hangat dan terang.

 
sumber http://kaskushootthreads.blogspot.co.id
Kalau saya lulus tepat waktu, saya tentu bukan diri saya yang sekarang. Saya nggak akan kenal yang namanya blogging, dunia internet dan teman-teman serta ubo-rampenya. Saya nggak akan kenal dengan banyak teman-teman dari berbagai daerah yang punya kesamaan hobby, ide serta cara pandang terhadap sesuatu. Bahkan mungkin saja juga belum tentu punya teman dari luar negeri, yang ternyata datang, mampir dan komen di blog sederhana saya—blog satu lagi—.

Saya belum tentu bisa merasakan jungkir baliknya kerja di balik laptop, tanpa banyak orang tahu. Saat banyak orang mempertanyakan ‘ngapain saja sih saya seharian di kamar Cuma mantengin laptop?’, atau yang berpikir kalau saya kecanduan game sampai nggak beranjak dari depan laptop. Sayangnya, Cuma saya yang tahu kalau seharian tanpa cahaya matahari menyentuh kulit saya, ternyata menumpuk kenari di rekening saja, tanpa saya minta. Saya memang belum seahli itu untuk urusan menumpuk kenari dari balik keyboard laptop. Tapi, itu satu hal yang saya banggakan. Satu hal yang sering diremehkan orang lain. Ngapain aja sih elo?

Saya juga berkenalan dengan banyak teman-teman lain seperjuangan yang berjuang dari balik laptop mereka. Introvert kreatif yang sama sekali nggak tertebak isi kepalanya, tapi tahu-tahu menghasilkan. Saya berpikir untuk melakukan hal serupa. Tanpa harus orang lain tahu apa yang saya kerjakan. Ketika orang lain bekerja, saya memilih bergelung di bawah selimut hangat. Sebaliknya, saya habiskan malam-malam sunyi untuk berburu kenari, sementara mereka berada di balik hangatnya selimut berharap melakukan pekerjaan yang sama esok hari.

Tidak, saya belum seberhasil dan sekeren itu. Tapi saya menikmati tahun-tahun ekstensi kuliah dari jadwal aslinya. Jungkir balik kerja keras itu pernah saya alami. Toh kalau sekarang harus mengalami lagi, bukan hal aneh ataupun terlalu mengganggu. Saya yakin pasti bisa melewatinya.

Ya, saya memang hanya tersenyum saat orang-orang tahu, kapan saya masuk kuliah dan kapan saya lulus kuliah. Sebuah rentang yang tidak sebentar. Tapi, saya bangga. Karena dalam rentang yang tidak pendek itu, saya pernah melakukan hal membanggakan untuk diri saya sendiri, tanpa perlu meramaikan diri di depan orang lain berkoar-koar tentang diri saya. Saya pernah dan akan mengulangi cara itu.

Dan saya akan ikut tertawa saat ditertawakan soal lulus kuliah yang beranak pinak. Katakan saja, kalau saya terlalu lama bersenang-senang hingga lupa untuk lulus. Tidak, tidak perlu tahu berapa banyak malam panjang yang sudah saya habiskan untuk jungkir balik membangun pondasi dan investasi masa depan. Tidak perlu diberitahu juga, kalau saya akan memetik hasilnya sedikit demi sedikit, dalam waktu lama. Tanpa perlu berbisik apalagi berbagi pada si berisik.

Kalau minyak yang merembes pada sumbu bisa menyalakan api nantinya, maka seperti itulah yang terjadi. Tidak perlu banyak bicara, cukup lakukan saja sedikit demi sedikit tanpa perlu terlihat orang. Dan nanti, akan tampak seperti apa nyalanya. Karena kapilaritaslah, minyak bisa naik ke atas dan menyalakan api.

2 komentar:

  1. Keren kak. Semoga bisa menyalakan nyala api ya dr minyak yg merembes perlahan itu
    Semangat menulis ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo putri, terimakasih sudah mampir ^_^

      Hapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.