Book, Love, Life and Friendship

Kamis, 12 Januari 2017

Semester Baru dan Liburan yang (Selalu) nagih

Kenapa sih, liburan itu selalu bikin nagih? Kenapa sih liburan itu selalu kurang? Dan kenapa sih, liburan itu rasanya selalu cepet banget berakhirnya? Iya, liburan dua minggi di akhir tahun kemarin memang tidak ada rasanya. Karena memang tidak banyak yang dilakukan kecuali duduk manis di rumah, donlot dan nonton drama serta makan dan tidur. Sama sekali nggak kemana-mana. Tapi anehnya, meski nggak kemana-mana, liburan tetap kerasa cepet banget berakhirnya. #sigh


Semester baru sudah menghadang. Bukannya mempersiapkan apa-apa saja yang mesti dilakukan, justru sibuk mencari dan menghitung tanggal merah di bulan-bulan baru. Hmmm ... apa perlu, itu tanggalan hitam diubah warnanya jadi merah semua? #sigh

Semester baru, kegiatan baru. Termasuk masuk kelas jam 6 pagi, demi ‘menyuapi’ a.k ‘mencekoki’ anak-anak dengan latihan soal, persiapan UN. Lima hari dalam satu minggu. Meski untungnya, saya Cuma kebagian dua hari. Tapi ya ... jam enam pagi itu kuota malam masih kencang-kencangnya dan sangat sayang dilewatkan hanya karena harus masuk kelas. #sigh

Semester baru, jadwal les sore pun sengaja dikurangi. Kenapa? Saat ada yang bertanya, maka saya akan mengatakan kalau capek atau semacamnya. Padahal alasan sebenarnya adalah saya mau memberi ruang lebih banyak untuk diri saya sendiri, memanjakan badan dengan ‘gowes sore’ lagi serta semakin sering mengapeli laptop. Seperti yang sudah-sudah, salah satu masalah cewek macam saya ini adalah mager, alias males gerak. Jadi mesti dipaksa buat gowes. Asal nggak hujan, minimal semiggu tiga kali lah 30-45 menit untuk berkeliling jalanan kampung yang nggak mulus-mulus amat itu. Kan udah lumayan banget tuh.

Kembali pada tema liburan. Liburan memang bikin nagih. Liburan selalu kurang. Liburan itu selalu berlalu dengan cepat, tanpa terasa. Dan liburan itu ... seperti obat yang bikin kecanduan. Ya salaam.

Januari ini saja sudah ada banyak acara menanti. Dari kumpul anak-anak kampus, bedah buku, (calon) kemping, tawaran ikut piknik dan lain-lain. Masalahnya, semuanya ada di hari Minggu yang Cuma seuprit itu. Dan hari sabtunya saya masuk. #sigh. Berharap libur bisa berderet hari tanpa jeda. Tapi apa daya. Ketika rencana liburan di tanggal merah sudah direncanakan, ternyata ada book fair yang Cuma jeda seminggu setelahnya. Masak ya saya harus balik lagi? Mau-nya sih mau aja. Cuma ya itu ... ngumpulin kenari aja susah payah, ngabisinnya dalam sekejap. Alhasil saya Cuma bisa #mupeng dengan semua fasilitas kota yang saya rindukan. Dari bookfair, bookshop, bioskop dan masih banyak lagi “b” lain yang sebenarnya terlalu sayang ditinggalkan. Sudah satu setengah tahun, saya melewatkan semua keasyikan itu semua. #sigh

Ya salaaam, kenapa tulisan kali ini saya banyak banget ngeluh sih? Berasa curhat tapi rasa asem, karena nggak ada solusi dan nggak ada yang baca. Tapi memang saya harus kembali memaksa diri untuk menulis. #noConclusion

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Blog Archive

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.