Book, Love, Life and Friendship

Sabtu, 11 Februari 2017

Apa Kau Percaya Karma?

Kalau cek di KBBI, karma itu artinya 1) perbuatan manusia ketika hidup di dunia; atau 2) hukum sebab-akibat.

Yang jadi pertanyaan, karma itu sebenarnya ada nggak sih?

Kalau hukum sebab-akibat, jelas ada. Ya, tiap kali melakukan perbuatan apapun, sekecil apapun, maka akan ada akibat yang ditimbulkannya. Berbuat baik, ya efeknya akan baik. Berbuat jelek, efeknya juga akan jelek. Thats right!


Dalam fisika, ada yang namanya hukum aksi-reaksi. Tiap ada aksi yang dilakukan, maka akan ada reaksi yang ditimbulkan. Atau, kalau hidupmu banyak tekanan, artinya kau kebanyakan gaya sampai nggak bisa gerak, dan percepatan kemakmuran hidupmu pun makin kecil. Nah loh ... lucu kan, lucu kan? #maksa

So, bagaimana dengan karma? Ada yang bilang, jangan a, jangan b, jangan melakukan ini dan itu, nanti kamu kena karma. Gitu kan? Tapi, apa karma itu ada? Dan kenapa karma selalu identik sama hal-hal yang buruk. Hal-hal baik, nggak dianggap karma. Hal-hal baik, diabaikan gitu aja.

Contohnya gini ... jaman sekolah dulu, elo nakal. Selalu punya cara buat berbuat hal-hal yang bikin ortu atau guru pusing bin mumet. Nah, setelah elo berkeluarga dan punya anak, maka anak elo pun nggak beda dengan sikap elo dulu. Nah ... sekarang coba deh, pakai sudut pandang yang sedikit beda. Berarti, nakalnya elo juga itu adalah karma buat orang tua elo? Bisa jadi, di masa mudanya dulu, ortu elo juga nakal? Logika sederhana-nya kan gitu ya? Efeknya adalah efek domino, atau berkesinambungan. Alias terus menerus. Tapi, biasanya ortu nggak suka dengan ide ini.

Terus, karma itu sebenarnya ada atau nggak sih?

Kalau misal nih, elo tetiba jadi guru. Dan elo ketemu murid yang nakalnya naudzubillah. Maka orang akan dengan mudah mengatakan, ‘mungkin elo dulu di masa muda juga gitu.’ Nah, pertanyaannya, elo pernah ngerasa gitu nggak? Senakal-nakalnya elo di masa muda dulu, jaman sekolah, pe-er masih dikerjakan, di kelas meski nggak mendengarkan guru, tapi juga nggak bikin berisik. Nilai elo di raport masih tetap bagus. Elo mana berani bolos sekolah. Guru masih elo hormati. Tugas masih dikerjakan. Hmmm ... tapi, kalau sekarang murid elo melakukan semua hal-hal itu, pe-er nggak dikerjakan, pelajaran nggak mendengarkan, berisik di kelas, guru nggak dihormati dll dan semua hal-hal gila seperti itu, terus masih anggap itu sebagai karma?

Ada aksi, maka ada reaksi. Ada perbuatan, maka ada akibat.

Ya, mungkin saja memang masih perlu untuk introspeksi diri. Beneran ada atau nggak, itu hal yang namanya karma. Tergantung banyak hal. Terhubung dengan banyak variabel. Dan masih banyak lagi. Finally ... hidup nggak selalu memikirkan soal karma. Mungkin daripada fokus mikir, ‘karma’ atau bukan, mending cari solusi buat yang terjadi saat ini. Bagaimana selanjutnya dan bagaimana hidup untuk bisa terus berjalan dan move on.

You’re not alone. Karena jadi orang tua itu nggak mudah. Karena diberi tanggung jawab ‘anak’ itu bukan perkara mudah. Karena menjadi jembatan dari dua keluarga besar, bukan perkara mudah. Jadi ... buat sekarang yang masih single apalagi jomblo, nikmati aja dulu. Hidup nggak pernah serumit itu. Hidup juga nggak sesederhana itu. Love ya

#dikeplakMasPacar

#dikeplakMantanPacar

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.