Book, Love, Life and Friendship

Jumat, 17 Maret 2017

Maret Sekian Tahun Silam

Ya Salaaam, kenapa gue bisa lupa kalau ini hari terakhir nulis tantangan? Dan lagi ... ini 17 Maret. Padahal udah kepikiran dari kemarin. Yaaah, batal syahdu deh. Oh ya, tema hari ini apa ya? Bertahan hidup. Hmmm ... gue mikir dulu.

Ok, gini aja. Berhubung gue nggak punya ide apapun soal kenapa gue masih hidup, jadi gue mau cerita aja tentang 17 Maret.

Sekian tahun silam ... (pada suatu hari udah basi)

 
Sebenarnya ini cerita sedih. Dan kadang, kalau ingat pun, gue masih suka sedih. Cerita ini pun sebenarnya sudah berkali gue tuliskan. Bahkan karena sudah seringnya, berasa seperti komedi. Gue nggak yakin juga, apa di luar sana, kawan-kawan seperjuangan gue masih inget tentang hari ini atau nggak. Nggak penting kan?

Seperti itu gue, susah move on. Oh come on, girl

14 Maret, pagi itu, sekian tahun silam, gue dan temen-temen berangkat dari halaman sekolah untuk mengikuti lomba pramuka di kabupaten. Saat itu gue masih unyu2 cantik, masih kecil. Nggak banyak yang gue pikirkan, kecuali bisa bareng sama cowok yang gue taksir. Inget tulisan gue beberapa hari kemarin, soal kejadian lompat pagar jendela kelas? Nah, cowok itu. Menghabiskan tiga hari di bumi perkemahan, makan bareng, ketawa bareng dan bahkan menikmati sore bareng. Itu udah cukup buat gue kecil bahagia.

17 Maret, siang itu, sekian tahun silam. Selepas kemah, rombongan beranjak ke pantai. Kali ini ditraktir sama pembina, sekalian refreshing setelah latihan rutin nyaris dua bulan dan kemah tiga hari. Pulang-pulang udah sore. Dan sorenya, kejadian itu benar-benar terjadi.

Baru beberapa meter lewat dari bumi perkemahan, truk yang kami tumpangi bertemu dengan rombongan tentara yang dengan truk mereka. Sore bulan Maret kala itu, masih terang dan sejuk. Semua tak sama-nya padi mengalun dari tape yang sengaja dibawa. Tapi, suara keras mirip tembakan tiba-tiba saja terdengar membelah angin dan menghentikan seketika tawa kami. Sekian detik kemudian, keheningan terjadi tapi disusul jeritan kaget dari kami semua. Salah seorang kawan, yang berdiri di sisi kanan truk, hanya berselang sekitar satu meter di belakang gue, terserempet—entah bagian apa—truk tentara yang tadi berpapasan dengan kami. Lutut gue lemes. Tapi gue masih sempat melihat ke belakang, untuk mencari tahu apa yang terjadi. Gue masih inget persis. Warnanya merah terang memenuhi separuh kepalanya. Dan dia pun pergi, gadis itu.

Semua terjadi begitu cepat. Truk berhenti, kawan itu masih sempat dibawa ke puskesmas terdekat, meski akhirnya berakhir. Gue? Cuma air mata yang masih gue inget jelas. Gue nggak inget pakai baju apa atau bahkan alas kaki seperti apa. Yang gue tahu, akhirnya gue dan yang lain, sisanya, bisa pulang ke rumah. Ya, kami pulang ke rumah masing-masing. Kecuali kawan yang satu itu, dia pulang ke rumah abadinya.

Efeknya? Gue sempat nggak berani tidur sendirian. Nggak berani pakai baju pramuka. Nggak berani pakai selimut warna putih. Nggak berani pergi ke pantai. Nggak berani naik truk lagi. Dan selalu gemetar tiap kali melihat truk tentara. Hingga hari ini, gue masih berjuang untuk bisa sembuh dari semua trauma itu. Meski memang, beberapa akhirnya berhasil gue lewati. Gue berhasil melawan ketakutan itu. Tapi 17 Maret nggak pernah bisa hilang dari ingatan gue.

Tu kan mulai lagi. Gue kembali gemetar tiap kali menuliskan kisah ini. Rasanya seperti ... kejadian itu baru saja gue alami.

Ok, kembali ke pertanyaan awal. Kenapa sampai hari ini gue masih bertahan hidup? Karena gue harus melawan semua rasa takut, trauma dan khawatir dalam diri gue. Karena gue masih punya hutang untuk dibayar, atas semua cinta dari orang-orang terdekat gue, yang bisa membuat gue bertahan hingga hari ini. Karena Tuhan ... masih belum mengijinkan gue menyerah.

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.