Book, Love, Life and Friendship

Rabu, 18 Oktober 2017

Another Rainy Day

Sebenarnya, saat ini bukan bulan Januari. Yang sering dianggap sebagai momen ‘hujan sehari-hari’. Ini bahkan masih awal bulan Oktober. Tapi rasa Januari. Entah memang musimnya yang sedang tak menentu atau ... memang curah hujan di sini tinggi. Padahal bukan Bogor atau Puncak.

Enaknya hujan sehari-hari adalah ... bisa punya banyak momen di rumah. Bisa menikmati minuman hangat dan selimut. Dan yang paling penting, bisa tidur nyenyak di malam hari. Buat yang lagi ngegalau, hujan juga bisa jadi rahmat tersendiri. Bisa jadi backroud kegalauan kamu.


Beda cerita buat buk-ibuk. Hujan sehari-hari itu ... #eeeeeeerrrgggg. Kenapa? Pertama, cucian makin menumpuk, karena keluar rumah sedikit, pulangnya baju jelas kotor. Kedua, hujan itu membuat jemuran—yang cuciannya sudah numpuk—nggak kering-kering juga. Nah ini masalah banget. Belum lagi setelah ini artinya seterikaan makin numpuk dan tidak terduga. Huuuum, makin repot kan?

Nggak cukup cucian, rumah pun makin kotor. Hujan memang nggak membawa debu. Tapi ... kotor karena becek itu lebih nyebelin dibandingkan dengan kotornya debu. Hujan dan becek ... iuuuuh.

Nah, tadi waktu berangkat, nggak sengaja lihat ada sekumpulan ayam lagi ngumpul di teras rumah orang. Nah ini nih yang paling bikin bete. Kenapa? Pertama, dari segi pemandangan jelas ini sama sekali nggak keren. Kedua, ayam kan suka tuh ngasih hadiah seenaknya. Dan saya paling sebel harus membersihkan hadiahnya si ayam ini, iuuuuuuh. Bisa nggak sih, di tempat lain aja. Di tanah misalnya, jauh-jauh deh dari halaman apalagi teras gue.

Ya ampun, buk ibuk banget sih gue, hehehe

Iya, hujan itu sebenarnya adalah rahmat. Banyak hal baik yang bisa muncul dari hujan. Kalau nggak ada hujan, maka manusia yang akan repot. Tidak ada tanaman yang tumbuh. Tanah pun akan jadi kerontang, pecah-pecah hingga kesulitan air.

Dari sekian banyak hujan yang ada, Cuma ada satu hujan favorit saya. Yakni hujan pertama setelah panas. Kenapa? Karena masih ada banyak sekali aroma hujan—aroma tanah basah—petrichor—yang enak banget buat dibaui. Aromanya menenangkan dan bisa bikin pikiran lebih fresh dan segar.

Ok, itu postingan tentang hujan hari ini.

Btw, saya kangen hujan pertama di area kampus Solo. Kangen pepohonan yang berubah menguning karena bunga angsana-nya yang bermekaran. Kangen saat bunga berguguran terkena angin di saat pulang kampus. Dan kangen disambut karpet kuning di sebagian besar area kampus setelah bunga angsana-nya berguguran.

Oh ya, satu lagi. Selamat ulang tahun untuk pria-pria bulan Oktober #ehe

Selamat hari hujan sehari-hari ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.