Book, Love, Life and Friendship

Sabtu, 21 April 2018

Dan Nikmat Mana Lagi yang Kau Dustakan

Lama nggak nulis di sini rupanya. Dan masih belum pulih dari galau nih. Bulan lalu, gue sempat nulis kan, kalau lagi butuh ngegalau untuk menyelesaikan tulisan galau. Masalahnya, setelah tulisan selesai, eh ternyata galau-nya masih berlanjut. Dasar gue!

Tapi gue nggak akan bahas soal galau kok di sini. Biarlah itu jadi rahasia gue aja #whooooops

Kali ini gue akan bahas tulisan yang kemarin ini baru saja gue kerjakan. Cerita dari mana nih? Dari awal ya? oke deh. Cerita dimulai dari bulan Januari.

 
Di tanggal-tanggal awal Januari, ada sebuah tawaran mampir di grup untuk menggarap sebuah tema. Nah, kan mumpung saat itu gue lagi belum banyak kesibukan menjelang anak-anak ujian, gue pun bilang kalau gue tertarik. Dan gue pun diminta untuk menyiapkan rancangan awal naskah. Dari gambaran sementara naskah yang Cuma seuprit separagraf, gue diminta untuk mengembangkannya jadi sebuah rancangan draft lengkap dan utuh. Waktunya pun nggak lama. Karena sudah terlanjur bilang, ya gue iyakan aja kan. Tapi eh tapi, ternyata gue butuh waktu sedikit lebih lama untuk membuat rancangan awalnya. Meski akhirnya, editor pun setuju dengan rancangan awal yang gue buat. (terimakasih editorku, hahaha)

Setelah konsep sudah sepaham, nah saatnya merangkainya jadi lembaran tulisan. Gue diberi waktu 40 hari untuk menyelesaikan 150 halaman. Hosh! Saatnya bekarja. Tapi ya, dasar gue, ternyata 40 hari itu nggak cukup buat menyelesaikan naskah. Bukan karena tulisan gue keren banget. Tapi karena seringnya gue mentok, nggak ada ide dan bahkan nggak tahu mesti nulis apa. Bahkan meski gue sudah punya draf yang sudah gue susun sebelumnya.

Editor gue masih sabar banget. Akhirnya gue dikasih perpanjangan waktu 15 hari alias dua minggu. Dengan pede-nya, gue mengiyakan aja tuh tawaran. Tapi kenyataan nggak selalu seindah rencana, Bro. Dalam dua minggu masa perpanjangan itu pun, banyak banget kendala yang terjadi. Sebagian besar karena gue. Karena ada aja yang bikin gue mentok, hehe

Dua minggu habis, Sodara. Ternyata belum kelar juga. Dengan sisa-sisa tenaga, akhirnya tiga hari setelah waktu tambahan habis, naskah pun berhasil gue kirim dengan salamat ke meja editor. #sungkemSamaEditor

Ada kelegaan luar biasa di sana. Dan akhirnya otak gue bisa orgasme juga #ups. Maksudnya, gue bisa merasakan kepuasan luar biasa setelah menyelesaikan tulisan. Karena perasaan puas dan lega ternyata ada di kata ‘selesai’ yang ditulis di halaman terakhir naskah. Huaaaa ...

Setelah malam-malam panjang ditemani kopi dan camilan. (sepertinya bobot gue agak nambah nih #duh). Setelah rebutan otak antara menyelesaikan tulisan dengan ngoreksi hasil ujian anak-anak. Rebutan tubuh juga, karena gue pagi harus tetap berangkat awal dan malam gue habiskan lewat tengah malam masih kencan dengan si laptop. Tapi Alhamdulillah banget sih, selama ngerjain naskah kali ini gue nggak sakit. Lebih tepatnya, cuma pegal leher, pegal tangan dan pusing seharian. Nggak sampai benar-benar ambruk seperti yang sudah-sudah. Soalnya, pengalam yang dulu-dulu, tiap kali ngerjain naskah, gue pasti kebagian sakit hingga nggak sanggup ngetik, hehe

Tapi dari semua rasa sakit itu, yang paling gue banggakan (sakit kok bangga) adalah pegal tangan. Soalnya besoknya, gue bisa pakai koyo di pergelangan tangan. Dan orang-orang pasti akan tanya, “Elo kenapa tuh?” kemudian gue dengan cantiknya akan memberikan jawaban, “Ah biasa nih, lagi nyelesaiin naskah.” Huahahahaha ... kemudian gue tertawa dengan bangganya. #ups

Cukup ngelawaknya. Nggak lucu tauk!

Oh ya, saat ini naskah masih ada di meja editor. Dan gue masih punya tanggungan untuk melakukan revisi—jika diperlukan—jadi masih belum final ya. Nanti deh, gue akan cerita juga proses revisi hingga naskah kali ini juga terbit.

See U, di tulisan lainnya ^_^

2 komentar:

  1. Wuiiih buat buku lagi?? keyeeeeen!

    Cemungudh kaka :)

    BalasHapus
  2. perasaan udah pernah bales ini, tapi kok hilang ya ... hmmm
    iya, ini ada yang baru lagi. semoga kali ini lancar
    semanga jga kk ... #ehgakjadipanggilkakakdeh :-P

    BalasHapus

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.