Book, Love, Life and Friendship

Rabu, 16 Mei 2018

Buku Bagus dan Tulisan Keren

Kadang Cuma mikir aja sih, kenapa membaca dan menulis rasanya tidak sama seperti dulu lagi? Kemana rasa yang dulu pernah ada? #nyanyi

Kenikmatan membaca bukan lagi ketika menutup halaman terakhir tulisan. Bukan seperti itu lagi. Entah gimana caranya supaya bisa menikmatinya lagi, tanpa harus ‘mengkritik’. Entah gimana caranya untuk meng-off-an mode ‘kritik’ di kepala ini. Tiap kali ada salah ketik, tulisan tidak logis atau cacat logika cerita, langsung aja mengernyit malas. Duh, kenapa jadi begini sih?

Dan kalau baca tulisan-tulisan lama, yang kebetulan pernah terbit, rasanya ingin tenggelam ke dalam jurang dalam deh. Terus mikir ... “Ya ampun, tulisan gini banget ancurnya. Kok dulu gue bisa bangga ya? Kok dulu ngerasa keren ya?”. Meski sekarang pun rasanya belum keren. Tapi ngelihat tulisan lama itu rasanya maluuuuu banget. Ya Rabb, kenapa bisa sih dulu gue nulis kayak gitu.

Nggak Cuma membaca. Belakangan gue juga kehilangan kenikmatan menulis. Rasanya menulis seperti nggak ada nyawanya lagi. Rasanya nggak puas meski sudah menuliskan ‘selesai’ di halaman terakhir. Entah kenapa, selalu ada saja yang kurang. Selalu ada saja yang nggak pas. Selalu ada saja yang—gue rasa—perlu untuk diperbaiki, dibongkar ulang dan dipulas lagi.

Tangan ini pun nggak selincah dulu lagi, menjelajahi setiap bagian keyboard. Entah kenapa. Ide yang biasanya mengalir deras tanpa diminta pun, seperti memilih bersembunyi dan enggan menyapa. Entah kenapa bisa seperti ini. Entah bagaimana menyelesaikannya.

Kalau rindu itu obatnya ketemu.

Kalau kangen itu, solusinya ya bersua.

Tapi, bagaimana kalau kangen dengan ‘perasaan puas’ setelah membaca buku bagus?

Bagaimana kalau kangen dengan ‘perasaan puas’ setelah menyelesaikan tulisan keren?

Ada yang bilang, mungkin ‘kamu lelah’. Rehatlah sejenak. Kosongkan kepala dan ringankan hati. Ada waktu untuk rehat dari semua itu. Ada waktu untuk nggak terus menerus memaksa dirimu untuk perfect—sempurna. Ada saatnya kamu harus berani dan siap menerima situasi, apapun itu.

Tapi kalau mau nekat, juga nggak masalah kok. Kalau rehat bukan solusi, mungkin buat kamu, nekat adalah solusinya.

Gue Cuma pengen membaca dan menikmati membaca. Gue Cuma pengen menulis dan bisa menikmati menulis. Dengan rasa yang adil. Tanpa perlu ada penyesalan sudah menyia-nyiakan waktu membaca buku nggak keren atau menyelesaikan tulisan yang bikin pengen ngumpet di bawah pohon kencur. Oh ayolah.

Tuhan, terimakasih sudah menghadirkan cokelat di dunia ini. Dia penyelamat dalam banyak situasi, hahaha

0 komentar:

Posting Komentar

my book

my book

Blogger FLP

Blogger FLP

Kampus Fiksi 13

Kampus Fiksi 13

Goodreads Challange

2018 Reading Challenge

2018 Reading Challenge
Bening has read 0 books toward her goal of 15 books.
hide

Followers

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.